Berita Terkini
Nasional

Rupiah Terkapar Rp 14.777 per USD, Menuju Babak Baru Level Rp 15.000?

Oleh Redaksi Publiksatu / Heri · Senin, 3 September 2018 20:54 WIB · 2 menit baca
Rupiah Terkapar Rp 14.777 per USD, Menuju Babak Baru Level Rp 15.000?
Ilustrasi

PUBLIKSATU, JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin terpuruk hingga menembus batas psikologis level Rp 14.700. Hingga siang ini, mengutip yahoofinance, rupiah makin terkapar di level Rp 14.777 per USD.

Analis pasar modal Lucky Bayu Purnomo menyebut saat ini kisah romantika dolar terhadap Rupiah kembali memasuki babak baru. Menurutnya, dengan menguatnya kinerja dolar sejak awal bulan Januari 2018 di level Rp 13.200, memberikan keterangan bahwa kinerja dolar paman Sam berada dalam kondisi up trend.

“Sehingga trend yang terbentuk tersebut memiliki jangka menengah dan jangka panjag pada level Rp 15.050 hingga Rp 15.125 mendatang,” ujarnya seperti diberitakan Senin (3/9).

Lucky mengatakan, terdapat beberapa sentimen yang dapat menjadi pertimbangan dalam taraf kepastian tersebut, selain berasal dari global maupun dalam negeri.

Pertama, dilihat dari sisi pasar sebagaimana yang diketahui Rupiah spot market telah menguji level Rp 14.860 (31 Agustus 2018). Hal tersebut memberi sinyal bahwa apresiasi pasar cenderung memberikan sentiment positif terhadap kinerja mata uang US Dollar di bandingkan apresiasi pasar terhada mata uang Garuda yaitu Rupiah.

Kedua, hasil angka pertumbuhan ekonomi yang berada pada level 5,27 persen pada triwulan kedua 2018, memberikan pesan bahwa trend pertumbuhan ekonomi masih berada pada rata rata 5 persen sehingga pasar cenderung membatasi sikap dan perhatian transaksi terhadap mata uang Rupiah.

Ketiga, perkembangan transaksi terutama dalam transaksi jual beli instrument pasar, antara lain pasar uang, maka pendekatan dan implementasi antara praktik dan teori, market microstructure menjadi bagian penting dan intisari dalam menentukan sikap transaksi.

Keempat, terbentuknya harga. Likuiditas pasar merupakan salah satu faktor penting dari terbentuknya suatu harga, lebih jauh dengan trend likuiditas, maka suatu harga dapat di temukan melalui bentuk proyeksi dan target.

“Namun demikian momentum ini dapat di jadikan peluang oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan trend menguatnya nilai tukar US Dollar terhadap Rupiah, dengan memberikan pandangan kepada Badan Usaha Milik Negara untuk melakukan upaya lindung nilai atau hedgeing sebagai antipasti pada kinerja keuangan yang berhubungan dengan US Dollar serta Bank Sentral Indonesia melalui paket paket kebijakan untuk menghadapi momentum tahun politik mendatang,” tandasnya. (mys/JPC)