Pemerintah Harus Segera Obati Masalah Ekonomi Indonesia

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, harus segera mengobati masalah fundamental ekonomi Indonesia. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu secepatnya memperkuat kinerja ekonomi domestik.
Hal itu dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/9).
Ketua DPP Partai Gerindra mengatakan, dalam konteks itu, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat dengan menciptakan stabilitas harga, baik untuk BBM, listrik, khususnya harga pangan.
Langkah lain yang juga penting dan bisa segera dilakukan adalah pengetatan terhadap devisa hasil ekspor yang masuk ke Indonesia mencapai 90 persen banyaknya. Sebab pada kenyataannya, dari dolar AS yang masuk, hanya sekitar 15 persen yang ditukarkan kembali dalam bentuk rupiah.
"Itupun digunakan relatif untuk belanja pegawai," ucapnya.
Heri mendesak pemerintah untuk bertindak tegas terhadap para eksportir agar menukarkan kembali dolar AS ke dalam bentuk rupiah. Konkretnya, pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan baik dalam bentuk peraturan pemerintah atau bila perlu Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang mengatur soal devisa ekspor harus dikembalikan ke rupiah apabila sumbernya dari rupiah.
"Karena kita pahami bersama sebagian besar dari para eksportir juga memperoleh modal dari pinjaman dalam negeri dalam bentuk
rupiah," imbuhnya.
Adapun langkah lain yang bisa ditempuh pemerintah, tambah Heri, adalah melakukan pemotongan anggaran pengeluaran atau belanja secara signifikan.
"Hal itu guna menyesuaikan belanja negara secara lebih tepat sasaran untuk memberikan imunitas pada ekonomi," pungkasnya. (lov/rml/jpnn)