Berita Terkini
Hukum

Anjing Pelacak Sisir Lokasi Tewasnya Pemandu Karaoke, Hasilnya...

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 14 September 2018 04:04 WIB · 2 menit baca
Anjing Pelacak Sisir Lokasi Tewasnya Pemandu Karaoke, Hasilnya...
Regu anjing pelacak Polrestabes Semarang dikerahkan guna menyelidiki kasus tewasnya pemandu karaoke Sunan Kuning, Kamis (13/9). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

PUBLIKSATU, Satu ekor anjing pelacak dikerahkan guna mengusut kasus tewasnya seorang pemandu lagu bernama Ayu Sinar Agustin alias Ninin. Perempuan berusia 23 tahun itu sebelumnya ditemukan tak bernyawa di kamar tempat kerjanya, Wisma Karaoke Mr Classic, Gang 3 Lokalisasi Argorejo, Sunan Kuning, Semarang, Kamis (13/9).

Regu anjing pelacak dari tim K-9 Polrestabes Semarang tiba di lokasi setelah dilakukannya pemeriksaan terlebih dahulu oleh tim Inafis dan Resmob Satreskrim. Seekor anjing pelacak tersebut diturunkan guna melacak keterlibatan pihak lain dalam kasus kematian Ninin.

Pasalnya, saat tubuh warga Patebon, Kabupaten Kendal itu ditemukan terbujur kaku dan tak berbusana di atas kasurnya, saksi yang merupakan petugas kebersihan wisma Mr Classic juga mendapati aroma solar dari tubuh korban.

Saat dilakukan penyisiran, anjing pelacak sempat berhenti tiga kali di lokasi yang sama. Yakni sekitar 50 meter arah selatan Wisma Mr. Classic yang tak lain adalah depan bangunan bernama Barbie Dystro. Namun demikian polisi tak mengambil barang apapun dari titik termaksud.

Sementara Kapolsek Semarang Barat Kompol Doni Eko Listianto mengatakan, sudah ada empat orang saksi yang diamankan guna dimintai keterangan. "Mereka adalah penghuni komplek dan juga pengelola wisma," ujarnya saat dijumpai di lokasi, Kamis (13/9).

Pihaknya untuk saat ini masih enggan menerka-nerka apakah bau solar itu menjadi indikasi korban dibunuh. Lantaran, menurutnya, dari hasil olah TKP sementara, tak ditemukan jejak penganiayaan di tubuh korban.

"Secara kasat mata, kami belum temukan bukti penganiayaan sehingga nanti menunggu visum dari rumah sakit. Kami juga belum berani ngutak-atik TKP," tegasnya.

Jelang petang tadi, jenazah sudah dibawa menggunakan mobil ambulance untuk kemudian dilakukan proses visum di Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang. Sementara massa yang sedari proses olah awal TKP mengerubungi Wisma Mr. Classic pun lantas membubarkan diri.

(gul/JPC)