Berita Terkini
Tajuk

TAMPIL MESRA Dulu, Baru TAMPIL MANIS

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 25 September 2018 02:33 WIB · 2 menit baca
TAMPIL MESRA Dulu, Baru TAMPIL MANIS
publiksatu

SEJARAH kepemimpinan Baubau, mulai Senin (24/9), berubah. Untuk lima tahun kedepan, akan dinakhodai duet Dr AS Tamrin-Monianse disingkat dengan akronim Tampil Manis.

Periode sebelumnya Tamrin berpasangan dengan Maasra Manarfa, dikenal dengan akronim Tampil Mesra. Lima tahun pertama telah berlalu, selanjutnya lima tahun kedua berpasangan dengan wakil berbeda, Monianse.

Kontestasi Pilwali selesai. Tamrin-Monianse bukan lagi milik partai pengusung, tapi milik seluruh warga Kota Baubau. Mulailah membangun dengan melihat seluruh warga sama, unsur yang harus disentuh pembangunan, tanpa pandang bulu.

Maka itu, barometer untuk menilai satu periode Tampil Manis adalah dengan melihat 100 hari kerjanya. Ini adalah resume jangka pendek untuk mengukur kinerja satu periode.

Menjadi pemimpin di Baubau memang memiliki tantangan tersendiri. Apalagi di masa mendatang diproyeksikan menjadi calon ibukota Provinsi Kepulauan Buton (Kepton).

Maka itu, visi membangun tidak hanya melihat Baubau an sich, tapi harus melihat perannya secara keseluruhan baik secara regional, nasional, bahkan hingga internasional. Bukan hanya itu, membangun tidak hanya melihat dalam jangka pendek tapi berkelanjutan.

Terbukti, Baubau sebagai eks Pusat Kesultanan Buton bergelar Negeri Khalifatul Khamis sudah kesohor sejak berabad silam. Kemudian, penduduknya bukan hanya hebat di kampung halaman, tapi juga andal ketika merantau di negeri orang.

Dua hal tersebut harus mampu dibaca duet Tampil-Manis untuk membawa Baubau lebih maju. Kata kuncinya, menjadikan rakyat dan seluruh stakeholder bukan hanya obyek, tapi subyek pembangunan sehingga semuanya terlibat.

Tentu sejalan dengan prinsip PO5 yang dipropagandakan Tamrin selama ini, Pomaa-maasiaka (Saling menyayangi satu sama lain), Popia-piara (Saling Mengayomi), Poangka-angkataka (Saling dukung-mendukung atau menopang satu sama lain), Pamae-maeka (Saling Menhgargai dan Menghormati), dan Pobinci-binciki kuli.(**)