Berita Terkini
Tajuk

Represif, HMI Baubau Minta Copot Kapolda Sultra

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 27 September 2018 03:44 WIB · 2 menit baca
Represif, HMI Baubau Minta Copot Kapolda Sultra
publiksatu

JANGAN remehkan suara pemuda. Banyak perubahan yang lahir dari tangan mereka termasuk di negeri ini. Tidak salah jika pemuda atau mahasiswa merupakan salah satu agen perubahan.

Baubau sebagai kota yang memiliki sejumlah kampus punya dinamika tinggi dalam dunia mahasiswa. Banyak organisasi pemuda dan mahasiswa tumbuh di eks pusat Negeri Khalifatul Khamis ini. Antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan, dan KAMMI.

Isu yang diangkat pergerakan mahasiswa tersebut tidak hanya seputar persoalan lokal, tapi juga regional, bahkan internasional. Tidak heran jika sejumlah persoalan yang muncul cepat direspon, sebagai bentuk solidaritas dan respon mereka terhadap masalah.

Salah satunya seperti aksi massa HMI Cabang Baubau yang menguasai ruang paripurna DPRD Kota Baubau yang sedang kosong, Senin (24/9). Mereka ingin menyampaikan aspirasinya terkait dugaan aksi represif kepolisian Kota Kendari dan Provinsi Bengkulu, namun para wakil rakyat tidak berada di tempat.

La Ode Armeda, Kordinator Lapangan dalam aksi mengatakan, demonstrasi HMI di Kota Kendari dan Bengkulu menyuarakan kecaman kepada pemerintah atas terpuruknya nilai mata uang rupiah. Maka itu, aksi di gedung parlemen, ingin bertemu anggota DPRD agar aspirasi mereka bisa disampaikan dengan cara bersurat secara resmi ke DPRD Sultra dan DPR RI, agar mencopot Kapolda Sultra dan Bengkulu atas tindakan represif yang dilakukan anggotanya terhadap mahasiswa kader HMI pada unjuk rasa beberapa hari lalu.

Sayangnya, mereka harus gigit jari. Aspirasi tidak jadi disampikan, karena tak satupun legislator berada di tempat. Semua anggota DPRD Baubau berangkat ke Kendari menghadiri pelantikan AS Tamrin dan La Ode Ahmad Monianse sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubua periode 2018-2023.

Massa juga menuntut pihak kepolisian untuk meminta maaf secara kelembagaan terhadap kader HMI dan meminta Kapolres Baubau agar bersurat secara resmi kepada Humas Mabes Polri untuk mencopot Kapolda Sultra dan Bengkulu. Wakapolres Baubau, Kompol I Gusti Made Raka Mertayasa mewakili Kapolres mengatakan, pihaknya akan meneruskan aspirasi yang disampaikan HMI cabang Baubau kepada Kapolres.

Sebagai aparat pengendali Kamtibmas, tentu Polisi punya alasan terhadap tindakan yang dilakukan di Kendari dan Bengkulu. Apakah aspirasi HMI Baubau berujung pada pencopotan Kapolda Sultra dan Bengkulu? Patut ditunggu.(****)