ABG Buton Tengah Anti Gaul Bebas!

SYAHWAT harus dikendalikan, jika tidak setan menang. Itulah gambaran yang menimpa seorang siswi SMA di Buton Tengah diduga digilir empat remaja masih satu lingkungan dengannya di Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo.
Persoalan ini tidak bisa dipandang remeh sebab menyangkut masa depan generasi. Mau jadi apa mereka jika sejak remaja sudah berani melakukan perbuatan tidak senonoh. Lebih kasihan lagi dengan korban wanitanya.
Maka itu, kita berharap kejadian tersebut merupakan kasus terakhir. Tidak ada lagi kejadian berikutnya. Jangan ada lagi korban jatuh.
Bagaimana cara mengatasinya? Semua pihak harus ambil bagian, tidak boleh berpangku tangan.
Pertama, secara individu para remaja harus memiliki benteng iman yang kuat. Berpakaian yang menutup aurat.
Kedua, lingkungan rumah tangga senantiasa membekali dan menjaga anggota keluarganya untuk taat pada agama. Islam sebagai akidah dan pandangan hidup yang mengatur segala hal. Ini perlu dicamkan apalagi mengingat Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo sebagai daerah yang kental dengan Islam.
Ketiga, masyarakat harus melakukan kontrol ketat. Menghidupkan pengajian rutin di masjid. Misalnya melalui program Magrib Mengaji atau Subuh Berjamaah di masjid. Apalagi Magrib Mengaji pernah dicanangkan sebagai program Pemkab.
Lingkungan sekolah dan Pemkab Buteng tidak boleh lepas tangan. Harus mengisi memori pemikiran remaja dengan hal positif. Jauhkan mereka dengan pergaulan bebas. Dengan kata lain ABG Buteng Anti Gaul Bebas. Bahkan hal ini bisa menjadi kampanye massal di kalangan remaja.
Terakhir, penegakan hukum tanpa pandang bulu. Efek jera harus bisa diberikan kepada setiap pelaku. Dengan demikian pelaku tidak mengulangi perbuatannya, dan remaja lainnya tidak coba-coba melakukan pelanggaran.(****)