Berapa Harga Selembar Nyawa di Baubau?

TIBA-TIBA warga Baubau digegerkan dengan temuan mayat seorang security Umna Wolio Plaza di bak sampah area tempat kerjanya, dibilangan Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kamis (27/9) dini hari. Hal tersebut sontak menganggu ketenangan warga metro.
Syukurnya tidak butuh waktu lama, jajaran Polres Baubau berhasil meringkus tersangka pelaku. Hanya butuh waktu satu jam setelah temuan mayat sekitar pukul 03.30.
Tragedi tersebut harus disikapi serius. Apalagi berada dalam rentang waktu 100 hari kerja duet AS Tamrin-Monianse.
Ya, kasus tersebut terjadi pada hari ketiga kepemimpinan duo akronim Tampil Manis.
Maka itu, penciptaan rasa aman harus mampu diberikan pasangan Tamrin-Monianse. Memang Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab pemimpin dan aparat keamanan, Polisi, tapi seluruh masyarakat. Semua stakeholder harus terlibat.
Terlalu murah harga selembar nyawa jika setiap ketersinggungan harus menjadikannya sebagai sesuatu yang mudah dijagal. Ingat, kepala boleh panas, asal hati tetap dingin.
Bukankah nyawa adalah harta paling berharga bagi manusia? Hanya Allah yang berhak mencabutnya, bukan yang lain.
Ayo jaga Kamtibmas. Bisa dimulai dengan berangkat dari nilai yang selama ini dikampanyekan AS Tamrin, PO5: Pomaa-maasiaka (Saling menyayangi satu sama lain), Popia-piara (Saling Mengayomi), Poangka-angkataka (Saling dukung-mendukung atau menopang satu sama lain), Pamae-maeka (Saling Menghargai dan Menghormati), dan Pobinci-binciki kuli.
Jadi, tunggu apa lagi.(****)