Melawan Calo CPNS ala Bupati Buton Tengah

DAHAGA lapangan pekerjaan bagi rakyat, sedikit demi sedikit mulai dijawab pemerintah. Salah satunya melalui jalur formal, CPNSD.
Formasi yang dibuka sedikit, namun pendaftarnya berjubel berkali lipat. Karena banyak yang berminat, tak urung segala cara pun dilakukan.
Sudah menjadi rahasia umum, cara untuk memuluskan kelulusan melalui praktek calo. Walau sistem sudah menggunakan komputerisasi, modus curang masih menggelayut di benak pendaftar.
Menghilangkan pikiran negatif tersebut, Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin mewanti-wanti para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buteng untuk tidak memepercayai calo yang mengaku orang dekat bupati dengan meminta imbalan uang kemudian bisa meloloskan CPNS.
Hal tersebut perlu dicamkan. Dengan demikian pendaftar akan bersaing sehat mengandalkan kemampuan pribadi. Bila diterapkan secara konsisten, mutu lulusan CPNSD Buteng dijamin berkualitas. Tapi bila ungkapan bupati tak direalisasi maka jangan harap SDM CPNSD daerah yang dipimpin La Ramo -panggilan lain H Samahuddin- bermutu.
Idealnya, kelulusan bukan bergantung pada keberuntungan tapi kecerdasan. Tak berpatok pada koneksi tapi otak yang berisi.
Warning bupati sekaligus menjadi arahan bagi bawahannya, khususnya pihak panitia untuk jangan coba-coba bermain api. Sebab nasib para pelamar juga bergantung pada profesionalitas mereka.
Apakah warning Bupati Buteng efektif mencegah calo CPNS? Lihat saja nanti.(****)