Inovasi Putra Buton untuk Teknologi Pengawasan dan Keselamatan Nelayan Nusantara

PENGHUJUNG September 2018 lalu, dunia kelautan dan perikanan di Indonesia, dihebohkan dengan kasus hilangnya Aldi, seorang nelayan Minahasa Utara yang 1,5 bulan hanyut terombang-ambing hingga di Perairan Laut Jepang. Apa hikmah yang bisa dipetik?
Catatan: Irwansyah Amunu, Bali
KEHEBOHAN tersebut bukan semata-mata karena durasi waktu hilang yang begitu lama atau oleh karena kasus ini merupakan satu dari 840 kasus nelayan hilang yang terhitung sejak 2010 hingga 2018. Namun kasus ini menunjukkan sistem pengawasan dan keselamatan nelayan tanah air masih belum didukung teknologi kelautan dan perikanan yang memadai.
Latar masalah kelautan dan perikanan yang demikianlah yang mendorong Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) bersama LAB247 dalam dua tahun terakhir ini melakukan terobosan inovasi yang menghasilkan instrument pengawasan dan keselamatan nelayan yang disebut Wakatobi AIS (Wahana Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Informasi AIS).
LPTK adalah Satker di lingkup BRSDM KP Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki mandat nasional yang berkedudukan di Wakatobi. LPTK BRSDM KP memiliki tugas melakukan perekayasaan di bidang alat dan mesin untuk konservasi dan pengawasan laut, pesisir dan pulau-pulau kecil.
Adalah Akhmatul Ferlin, yang juga merupakan Putra Buton Kelahiran Baubau yang saat ini menjabat sebagai Kepala LPTK BRSDM KP sejak penghujung tahun 2014 lalu, telah mengarsiteki sejumlah kegiatan inovasi kelautan, dan salah satunya yang paling anyar adalah Wakatobi AIS. Posisinya sebagai Kepala LPTK sekaligus sebagai Group Leader Organisasi Fungsional Kerekayasaan LPTK menjadi sangat strategis dalam menentukan pencapaian kegiatan perekayasaan di LPTK.
-
Salah satu momentum terbaik dari hasil kegiatan perekayasan di LPTK adalah diikutsertakannya LPTK pada Acara Science Innovation Business Matching (SIBM) untuk melakukan launching Wakatobi AIS, di Ballroom Gedung Mina Bahari 3 KKP Jakarta, pada 9 Oktober 2018. Peserta kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri pihak internal Kementerian Kelautan dan Perikanan tapi juga dihadiri pihak Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Membanggakan pada acara tersebut adalah Wakatobi AIS merupakan satu dari dua produk inovasi yang di-launching. Produk inovasi lain yang dimaksud adalah Patin Perkasa.
Setelah Wakatobi AIS sukses di-launching pada Acara SIBM KKP, selang satu hari setelahnya, yakni Rabu, 10 Oktober 2018, Kepala LPTK BRSDM KP, Akhmatul Ferlin kembali diundang secara khusus untuk memaparkan teknologi Wakatobi AIS dihadapan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, Sekretaris Jenderal KKP/Plt Dirjen PSDKP, Kepala BRSDM, Dirjen Tangkap, serta para undangan lainnya di Politeknik KP Jembrana Bali, di sela-sela kehadiran Menteri Perikanan dan Kelautan pada Acara IMF Meeting.(****)