Sel PDAM Busel
Bagikan

SEBAGAI daerah otonom baru (DOB) Buton Selatan (Busel) terus berbenah. Salah satunya dengan membentuk sel PDAM untuk melayani kebutuhan air masyarakat.
Langkah yang diambil sejumlah kepala daerah di Busel langsung mendirikan PDAM termasuk berani. Dimulai dari Pj La Ode Mustari, Pj Muhammad Faisal, Pj Ila Ladamai, Bupati Agus Feisal Hidayat, hingga Plt Bupati La Ode Arusani.
Bandingkan dengan dua DOB yang lahir bersamaan dengan Busel, yakni Buton Tengah (Buteng) dan Muna Barat (Mubar) belum memiliki PDAM. Hebatnya lagi berdasarkan penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian PUPR, PDAM Busel berada pada urutan ke-2 di Sultra.
Mengalahkan sembilan PDAM lainnya di Bumi Anoa yang lebih dulu beroperasi. Termasuk induknya, yakni PDAM Buton yang berada diurutan ke-8.
Bukan hanya itu, termasuk mengalahkan PDAM Buton dari aspek status. Poin Busel (2,48) kategori kurang sehat, sementara PDAM Buton (1,89) kategori sakit.
Capaian tersebut hendaknya tidak membuat PDAM menepuk dada. Sebab, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum secara maksimal mendapatkan sentuhan pelayanan air bersih utamanya di wilayah kepulauan, misalnya Kadatua, Siompu, dan Batu Atas.
Nah, untuk tiga pulau tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PDAM Busel untuk menjawab kebutuhan air bersih. Semoga capaian PDAM di bawah pimpinan Pj Dirut PDAM Busel, Drs Tamrin Tamim ST MT bisa membuat sel baru pelayanan air bersih disana.(****)