Gempa dan Tsunami di Sulteng Berdampak Pada Bencana Ekonomi

PUBLIKSATU, JAKARTA – Salah satu Ekonom, Indra Uno menilai gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu akan berdampak pada bencana ekonomi. Sebab, masyarakat sudah kehilangan mata pencahariannya.
Sementara untuk pemulihan perekonomian di Donggala, Sigi dan Palu sangat membutuhkan waktu yang lama.
Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada para korban bencana harus dilakukan secara berkelanjutan. Dan yang paling terpenting, bagaimana para korban selamat dapat kembali memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.
“Kalau di Palu, penduduknya sekitar 300 ribuan lebih. Dan setelah bencana alam, tentunya mereka juga terdampak bencana ekonomi. Harus waspada karena mereka kehilangan mata pencahariannya dalam waktu tidak sebentar,” ujar Indra Uno saat diskusi di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.
Kakak kandung Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno ini menegaskan bahwa selain bantuan kebutuhan pokok, masyarakat yang terdampak bencana tersebut juga membutuhkan bantuan pendampingan agar segera mampu menjalankan perekonomian di daerahnya secara mandiri.
“Mereka perlu ditopang bantuan dalam beberapa waktu. Dan harus diberikan terus hingga mereka mampu mandiri menjalankan ekonomi di atas kakinya sendiri,” katanya.
Indra juga berharap, kegiatan ekonomi baik yang berskala makro maupun mikro harus terus diperhatikan pengelolaannya.
“Mereka perlu disokong 100 persen. Misalnya, pasar-pasar yang sudah mulai beraktivitas perlu pasokan bahan pokok dengan harga stabil dan terjangkau. Ini yang harus diperhatikan,” terangnya.
“Karena bila harga-harga tidak terjangkau itu menjadi masalah baru lagi di sana. Dua hal ini harus senantiasa menjadi pokok dan fokus pengelolaan management secara keseluruhan,” tandas Indra Uno. (Lan/Fin)