Berita Terkini
Nasional

Peredaran Narkotika Meningkat di Indonesia, Ini Penyebabnya

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 20 Oktober 2018 17:15 WIB · 2 menit baca
Peredaran Narkotika Meningkat di Indonesia, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Ganja

PUBLIKSATU.CO - Peredaran narkotika di periode minggu ketiga bulan Oktober 2018 mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Tercatat, dari 825 kasus di minggu kedua, naik menjadi 869 perkara atau meningkat sebanyak enam persen di pekan ini.

Hasil tersebut merupakan pengitungan dari Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dilakukan oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Peningkatan terjadi khususnya pada narkotika jenis ganja. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, barang bukti yang ditemukan minggu kedua bulan Oktober sebanyak 6.065.039,31 gram. Kini naik 30 persen menjadi 7.889.318,36 gram.

Jika dilihat dari hasil pengungkapan ganja pada minggu pertama dan kedua, diketahui akar penyebabnya yaitu ladang-ladang ganja di Aceh. Sebagian besar ladang tersebut sudah selesai masa panen dan memasuki musim tanam bertepatan dengan datangnya musim hujan.

"Ditemukan beberapa ladang ganja yang belum sempat dipanen tetapi pada mayoritas lokasi sudah memasuki musim tanam, kondisi ini berpengaruh pada peningkatan kasus peredaran ganja," jelas Eko dalam hasil Anevnya kemarin, Jumat (19/10).

Selain ganja, narkotika jenis sabu juga mengalami kenaikan dari 30.696,61 gram menjadi 61.196,6 gram. Rute masuk penyelundupan sabu dari Malaysia yang semula melalui perairan Aceh sekarang sudah bergeser melalui Dumai atau Bengkalis.

Penyelundupan itu untuk pasokan wilayah Pekanbaru dan nantinya distribusikan ke wilayah Sumatera dan Jawa. Sedangkan untuk distribusi wilayah Sumatera Utara melalui Tanjung Balai Asahan. "Jumlah tersangka saat ini yang diciduk antara lain, bandar narkotika sebanyak 37 orang, pengedar 567 orang, penyalahguna 540 orang," tutur Eko.

Lalu, untuk narkotika jenis ekstasi kenaikan berkisar dari 2.396,15 butir menjadi 8.779,25 butir. "Tembakau Gorilla mengalami kenaikan dari 13,63 gram menjadi 168,87 gram,naik 1.145 persen," tambah Eko.

Hanya Heroin yang mengalami penurunan dari 1,38 gram atau turun 100 persen.

Eko menjelaskan, dari hasil Anev tersebut ranking kerawanan wilayah daerah masih didominasi oleh Polda Metro Jaya sebanyak 114 kasus. Lalu, Polda Jawa Timur 109 kasus dan Polda Sumatera Utara 103 kasus. "Untuk tersangkanya mengalami kenaikan dari 1.050 orang menjadi 1.144 orang," pungkasnya.

(dna/JPC)