Berita Terkini
Nasional

Banser Bikin Gaduh, GP Ansor Akhirnya Minta Maaf

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 25 Oktober 2018 01:14 WIB · 2 menit baca
Banser Bikin Gaduh, GP Ansor Akhirnya Minta Maaf

PUBLIKSATU, JAKARTA - Peristiwa pembakaran Bendera bertuliskan kalimat Tauhid pada peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin (22/10) kemarin oleh oknum Banser membuat gaduh se Indonesia.

Nah, menanggapi hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas akhirnya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Sayangnya, permintaan maaf dikemukakan bukan atas pembakaran kalimat Tauhid, melainkan karena atas sikap salah seorang kader Banser yang membuat keadaan menjadi gaduh. "Kami meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi, tapi bukan meminta maaf atas pembakaran bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)," ujar Gus Yaqut saat menggelar konferensi pers di kantor PP GP Ansor, di Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/10).

PP GP Ansor, kata Gus Yaqut, juga mengapresiasi permintaan maaf secara pribadi dari anggota Banser yang melakukan pembakaran karena semata-mata telah menimbulkan kegaduhan publik dan banyak pihak tidak mendapatkan persepsi yang jernih atas peristiwa yang terjadi.

"Kami sangat mendukung proses hukum secara transparan dan adil sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kepada oknum-oknum di mana pun berada yang mengibarkan atau membawa bendera HTI, termasuk atribut, simbol, lambang yang secara nyata merupakan bagian dari paham khilafah," ucapnya.

Dalam kesempatan kali ini, Gus Yaqut menginstruksikan seluruh kader GP Ansor dan Banser agar tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak yang merusak suasana di saat Indonesia memasuki tahun politik Pemilu 2019.

"Kami menginstruksikan kepada seluruh kader GP Ansor dan Banser untuk menjaga terus ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan umat muslim), wathaniyah (sebangsa) dan basyariyah (insaniyah, umat manusia), serta kebinekaan," pungkas Gus Yaqut. (gir/jpnn)