PSI Dinilai Tidak Layak Berkembang di Indonesia, Ada Apa?

PUBLIKSATU, JAKARTA - Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212, Eggi Sudjana tak sepakat dengan hadirnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menilai partai tersebut tidak layak berkembang karena menentang Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Dengan itu, ia mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa sebagai rekomendasi pemerintah membubarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Eggi mengatakan, PSI sangat berbahaya mengingat partai pimpinan Grace Natalie itu ingin meniadakan peraturan daerah tentang agama.
"MUI harus merekomendasikan kepada pemerintah untuk membubarkan PSI. Karena MUI penjaga agama di negeri ini dalam konteks umat Islam. Sementara, ada partai yang menyerang kami," kata Eggi saat dihubungi, Kamis (14/11).
"Jadi tolong, partai ini enggak layak berkembang, karena menentang Pancasila dan UUD. PSI tidak mengerti struktur hukum di Indonesia. Makanya dengan tidak mengerti, jadi ngaco. Maka dia tidak layak tumbuh berkembang partai ini. Ini sama saja seperti PKI," tegas dia.
Menurut Eggi, PSI tidak mengerti strukur hukum di Indonesia yang menjunjung hukum tertinggi yaitu UUD dan Pancasila. Sementara di dalam Pancasila sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Tuhan Yang Maha Esa dimaksud adalah Allah, lihat mukadimah UUD yakni berkat rahmat Allah dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dasar negara ini adalah tuhan dan yang dimaksud adalah Allah, dan Allah itu punya hukum adalah Islam," kata dia.
Pembentukan UU tingkat nasional adalah presiden dan DPR. Sementara di provinsi adalah gubernur dan seterusnya hingga bupati dan wali kota. (tan/jpnn)