Berita Terkini
Nasional

Menag Beri Pesan Menyentuh Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 21 November 2018 02:30 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Menag Beri Pesan Menyentuh Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

PUBLIKSATU.CO - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menerangkkan, dalam peringatan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal menjadi ikhtiar umat untuk mengekspresikan rasa syukur, gembira dan cinta atas jasa besar Sang Nabi tercinta, untuk manusia dan kemanusiaan. Rasa cinta akan memberikan energi positif untuk mengikuti jejak langkah orang yang dicintai. Cinta itu pula yang akan meleburkan dalam kebersamaan.

Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar peringatan hari kelahiran rasulullah. Lebih dari itu harus dimaknai dengan mengekspresikan rasa syukur terhadap jasa rasul akhir zaman tersebut.

"Salah satu rahasia kesuksesan dakwah nabi adalah kepemimpinan yang berlandaskan cinta kepada sesama, penuh kasih sayang, dan lemah lembut dalam bingkai semangat persaudaraan," ujar Lukman Hakim Saifuddin melalui keterangan tertulis, Selasa (20/11).

Sifat lembut itu, sambung politikus PPP itu, bukanlah penanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan. Sifat lemah lembut nabi melahirkan simpati, sehingga orang akan mendekat dan merapat kepadanya.

"Sifat kasih sayang dan lemah lembut nabi menjadi magnet bagi banyak orang. Bahkan mengubah lawan menjadi kawan," tutur dia.

Adapaun indikator kuatnya keimanan seseorang, salah satunya terlihat dari rasa kepedulian sosial. Keimanan sejati dibuktikan dengan cinta kepada sesama dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Beragama tanpa rasa dan nilai kemanusiaan akan membuatnya hampa," katanya.

Melalui spirit maulid nabi, Lukman mengajak umat untuk membangkitkan kembali rasa kemanusiaan. Untuk itu, hati dan jiwa perlu dibangkitkan dari keterpurukan dan kegelapan akibat ‘keakuan’, keangkuhan, serta cinta dunia, baik dalam rupa popularitas, kedudukan, gila hormat, sifat rakus dan lainnya.

"Mari kita bergama dengan cinta dan kasih kepada sesama. Beragama tanpa cinta akan hampa tak bermakna. Sebaliknya, bercinta tanpa agama tak akan kekal bahagia," terang Lukman.

(yes/JPC)

Bagikan