Rektor Unibos Kunjungi Lokasi KKN Kemanusiaan di Palu, Ini Harapannya...

PUBLIKSATU, Rektor Unibos, Prof. Saleh Pallu,M.Eng bersama rombongan WR III Unibos, Dr. Abd. Haris Hamid, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Asdar, M.Pd dan Koordinator KKN ke - 45 Unibos, Dr. Muhlis Ruslan, M.Si melakukan kunjungan KKN pada Senin, (19/11/2018). Menariknya, kunjungannya itu di MIN 1 Kota Palu dan SDIT Al-Fahmi Palu yang masing-masing anak didiknya mencapai hingga 500 siswa. Lokasi ini merupakan tempat di mana mahasiswa KKN Kemanusiaan Unibos ditempatkan.
Diketahui, ada dua gelombang yang diberangkatkan beberapa waktu lalu. Yakni 18 orang gelombang I dan tujuh orang untuk gelombang II.
KKN Kemanusiaan yang berfokus pada bantuan pendidikan dan psikososial untuk sekolah darurat Bosowa Peduli ini difokuskan agar mahasiswa FKIP dan Fakultas Psikologi Unibos dapat memanfaatkan bidang ilmunya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan.
"Memang kita memogramkan program KKN baru yaitu KKN peduli bencana atau KKN kemanusiaan. Diharapkan bahwa anak didik dapat menerima dengan baik dan merasa terbantu dengan adanya mahasiswa Unibos untuk mengisi ruang kelas yang masih kosong," ungkap Rektor Unibos.
Dari kunjungannya itu, ia melihat masih ada beberapa guru-guru yang berhalangan sehingga datangnya mahasiswa ini sangat membantu melanjutkan proses belajar mengajar. "Kami juga melihat ada kesinambungan program ini hingga recovery sampai pembelajaran normal kembali. Selanjutnya kami juga memikirkan bukan saja pendidikan tapi ada bantuan yang sifatnya logistik untuk pembangunan fisik membantu sarana prasarana belajar. Tentunya bekerjasama dengan Bosowa Peduli," ungkap Prof. Saleh Pallu, M.Eng.
Lanjut Saleh Palu, kedepan pihaknya akan mencari bentuk yang bukan lagi KKN reguler biasa tapi betul-betul bermanfaat mendukung pembangunan dari berbagai sektor.
"Kemungkinan ada KKN lain seperti KKN di Kampung Inggris dengan dua manfaat. Termasuk, mahasiswa dapat memberlakukan program pemberdayaan masyarakat seperti komunikasi ke masyarakat dengan menggunakan bahasa Inggris untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan diri dan kelanjutannya mendorong mahasiswa memahami bahwa bahasa internasional sangat penting," tambah Rektor Unibos. (***)