Berita Terkini
Nasional

Jejak Prasejarah di Bone Diperkirakan Zaman Mesolitikum

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 23 November 2018 00:41 WIB · 2 menit baca
Jejak Prasejarah di Bone Diperkirakan Zaman Mesolitikum
KEPALA DINAS KEBUDAYAAN BONE, ANDI PROMAL PAWI (KANAN) BERSAMA PIMPINAN ROMBONGAN ARKEOLOG MENINJAU SITUS GALIAN DI SALAH SATU GUA KECAMATAN BONTOCANI. (IST)

PUBLIKSATU, BONE – Meski wilayahnya sulit diakses, Kecamatan Bontocani menyimpan banyak misteri kehidupan lampau. Peneliti telah bertahun-tahun terjun ke sejumlah gua di wilayah itu untuk membuktikan kehidupan prasejarah di Kabupaten Bone.

Bukti-bukti prasejarah pun semakin terkuak. Kelompok peneliti dan arkeolog Sulsel sudah membuktikan temuan kerangka atau fosil yang menunjukkan manusia prasejarah. Gua-gua di wilayah Kecamatan Bontocani diperkirakan menjadi lokasi persebaran kehidupan manusia purba dengan ragam kebudayaannya.

Salah satu arkeolog, Budianto Hakim, mengakui telah mengambil sampel batu, tulang telinga, hingga sampel arang dari beberapa titik di gua Desa Pattuku. Mereka menghabiskan waktu nyaris sebulan melakukan penggalian sedalam dua meter.

“Hasilnya, kita mendapatkan enam individu yang dikubur di sana. Dua diantaranya anak kecil,” beber Budianto.

Fosil atau kerangka yang ditemukan berasal dari situs Balla Matti dan Cappa Lombo.

Meski diperkirakan berumur ribuan tahun, namun pihaknya belum bisa memastikan usianya secara rinci. Mereka masih harus mengirimkan sampel itu untuk dianalisis (dating) di New Zealand. Usianya diprediksi tak jauh berbeda dengan kehidupan prasejarah di Gua Leang-leang Maros.

“Kita prediksi ada di zaman Mesolitikum kalau mengacu pada indikasi temuan kita karena menemukan juga gerabah. Itu hampir mirip dengan karst Maros dan Pangkep,” paparnya.

Itu lantaran gua di sepanjang wilayah Kecamatan Bontocani masih menjadi bagian dari karst “purba” Maros dan Pangkep. Tak heran, gua-gua bernuansa prasejarah kerap kali menarik perhatian para peneliti dan arkeolog Nasional. (mam/fjr)