Berita Terkini
Hukum

Sebut Soeharto Simbol Korupsi Indonesia, Sekjen PSI Bakal Dipolisikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 1 Desember 2018 22:41 WIB · 2 menit baca
Sebut Soeharto Simbol Korupsi Indonesia, Sekjen PSI Bakal Dipolisikan
Raja Juli Antoni

PUBLIKSATU, JAKARTA – Sekjen PSI, Raja Juli Natoni bakal dipolisikan oleh kader Partai Berkarya. Ini setelah sosok Presiden Indonesia ke-2 Soeharto kembali disebut simbol korupsi Indonesia oleh Raja Juli Antoni.

Saat dikonfirmasi, Raja Juli Antoni tidak mempermasalahkan dirinya bakal dipolisikan oleh Partai Berkarya dengan menyebut Soeharto sebagai simbol korupsi di Indonesia.

“Silakan saja Berkarya atau partai-partai yang mengidolakan ‎Orde Baru atau tokoh-tokoh semacam Pak Prabowo atau Pak Sandi mau memproses pernyataan saya ke pihak kepolisian, karena itu koridor hukum,” ujar Antoni saat dihubungi, Sabtu (1/12).

Namun demikian Antoni malah lebih suka berdiskusi, ketimbang Partai Berkarya melaporkannya ke aparat kepolisian‎. Ini karena dia turun ke jalan saat menjadi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta, kala dirinya ikut menuntut Presiden Soeharto mundur.

“Tapi menurut saya akan lebih baik apabila kita jadikan pernyataan saya ini sebagai sebuah diskusi, saya siap diundang untuk membuktikan bahwa Soeharto adalah simbol KKN,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPP PSI Tsam‎ara Amany mengatakan apa yang disampaikan oleh koleganya adalah sebuah bukti nyata saat Orde Baru penuh dengan KKN. Sehingga kalaupun ada laporan maka sudah pasti Raja Juli Antoni akan menghadapinya.‎

Namun ruang diskusi lebih baik dilakukan. Apabila Partai Berkarya tidak menerima Soeharto disebut simbol korupsi di Indonesia. Maka tinggal buktikan lewat data dan fakta.

“Saya tahu bro sekjen ya, dia bukan sosok yang penakut, beliau memiliki data dan fakta yang jelas. Karena banyak data dan bukti. Artinya kita buka ruang diskusi kalau Partai Berkarya merasa itu tidak benar. Silakan Partai Berkarya tunjukkan fakta dan data sebaliknya,” katanya.

“Karena banyak fakta yang menujukan hal tersebut. Jadi saya pikir kita hadapi saja, dan dipolisikan. Seperti itu bro sekjen bakal ketawa-ketawa saja,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Berkarya, Badarudin Andi Picunang mengaku akan melaporkan Raja Juli Antoni ke pihak kepolisian. Sama seperti halnya dengan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.

Badarudin mengaku aneh kenapa masih menyeret-serat Soeharto dalam korupsi di era Orde Baru. Padahal walaupun dideskriditkan Soeharto masih banyak diidolakan oleh masyarakat.

“Mau ngomong apa pun tentang Pak Harto, terbukti masih banyak yang mengidolakannya,” katanya.

Oleh sebab itu, Badarudin mengaku jangan lagi ada pihak-pihak jangan menyudutkan Soeharto dengan mencap sebagai tokoh korupsi. Karena Soeharto juga memiliki jasa besar buat Indonesia ini. (gwn/JPC)