Berita Terkini
Nasional

Memalukan, Busel Darurat Narkoba

Oleh Redaksi Publiksatu / Heri · Jumat, 7 Desember 2018 20:58 WIB · 2 menit baca
Memalukan, Busel Darurat Narkoba
Himpunan Mahasiswa Pemuda-Pemudi Pelajar Batauga (Himpel Siaga) Kendari menggelar aksi unjuk rasa

PUBLIKSATU, KENDARI - Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda-Pemudi Pelajar Batauga (Himpel Siaga) Kendari menggelar aksi unjuk rasa di ibukota provinsi Sultra, Jumat (7/12) pagi tadi.

Mereka mendesak BNN dan Polda Sultra melakukan sidak di instansi pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Mereka prihatin atas sejumlah fakta kasus tahun 2018 yang sudah mencoreng nama Kabupaten Buton Selatan dikancah nusantara, akibat pejabat dan ASN terlibat penyalahgunaan narkoba sudah cukup parah dan memprihatinkan sekaligus memalukan.

-

Atas kepedulian sejumlah kasus itu sejumlah pelajar Batauga yang ada di Kendari menggelar unjuk rasa meminta perhatian serius pihak terkait di Kabupaten Busel.

Tengok saja yang terbaru Jumat (23/11) sekitar pukul 23.00 WIB Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat Ketua DPRD Busel La Usman di salah satu hotel di Jakarta.

La Usman setelah uji laboratorium Polda Metro Jaya dinyatakan positif narkoba. La Usman dibebaskan dan direkomendasikan untuk rehabilitasi jalan.

Paling anyar Jumat (26/1) Kepala Sekolah SMP Satap Kapoa Kadatua La Biru ditangkap Polres Baubau atas kepemilikan 35 bungkus saset sabu-sabu di kediamanya di Baubau. La Biru divonis delapan tahun penjara Agustus lalu oleh hakim pengadilan negeri Baubau atas kepemilikan lima gram sabu-sabu.

Belum berhenti disitu, kasus penyalahgunaan narkoba juga melibatkan Fahrul, Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana BKKBN Busel. Ia ditangkap atas kepemilikan tiga bungkus saset sabu-sabu di Baubau Minggu (4/3).

Jendral Lapangan Himpel Siaga Kendari Armin Rano mengaku, sebagai generasi muda Buton Selatan cukup malu dan prihatin dengan kasus narkoba yang melanda kabupaten yang baru berumur jagung itu.

Ia menduga masih banyak oknum ASN dan pejabat daerah yang menyalahgunakan narkoba. "Untuk itu perlu adanya penjaringan yang dilakukan oleh pihak berwajib yakni BNN untuk melakukan sidak serentak ke semua ASN jajaran pejabat pemerintah Kabupaten Busel," ujarnya.

Menurutnya, Himpel Siaga Kendari memberikan solusi untuk mensterilkan isu dan dugaan yang ada. Perlu adanya penjaringan semua ASN dan jajaran pejabat daerah untuk diperiksa pihak BNN.

-

Mahasiswa bertemu BNN Sultra

Usai menyampaikan aspirasinya secara bergantian di BNN Sultra massa diterima pihak BNN Sultra. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan agar ditindaklanjuti BNN Sultra ke Buton Selatan. Usai menyampaikan aspirasinya di BNN Sultra. Massa juga menyampaikan tuntutanya di Polda Sultra.

Massa mendesak BNN dan Polda Sultra untuk melakukan sidak di instansi pemerintah Kabupaten Busel. Meminta pihak BNN dan Polda Sultra jika sudah menindaklanjuti aspirasi tersebut. Agar hasilnya dibuka secara transparan. Massa juga meminta menindak secara tegas oknum yang terbukti positif narkoba.(p20)