Dewan Pers Tak Ikut Terlibat Kegaduhan Politik

PUBLIKSATU, Dewan Pers memastikan tidak akan mengomentari situasi politik yang terjadi menjelang pemilu 2019.
Bahkan lebih mendorong agar para wartawan melakukan refleksi diri terkait profesionalisme dalam menjalankan tugas.
"Kami mengambil tidak ikut gaduh. Jadi, ketika ditanya wartawan saya tidak mau berkomentar. Lebih baik kita berefleksi diri dulu, kita dorong yang namanya profesionalisme," jelas Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di kantornya, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (11/12).
Hal itu dikatakan Yosep terkait anggota Rumah Gerakan 98 yang mendatangi Dewan Pers untuk menanggapi sikap calon presiden Prabowo Subianto yang beberapa waktu terakhir sempat tidak ingin diwawancara wartawan. Lantaran menilai sejumlah media massa tidak adil dalam pemberitaan Reuni Akbar Mujahid 212 pada 2 Desember lalu.
Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard AM Haloho beranggapan bahwa sikap Prabowo tersebut menunjukkan tidak memahami tugas dan kebebasan pers.
"Sikap Prabowo merupakan pemaksaan kehendak pribadi dan reaksi emosional, serta bukan sikap yang patut untuk seorang pemimpin. Wartawan memiliki peran penting sejak awal republik ini berdiri, jadi sudah sewajarnya independen," paparnya.
Bernard menambahkan, sikap seperti itu bila terus dibiarkan akan menjadi dampak tersendiri bagi insan media. (int)