Berita Terkini
Nasional

Ahmad Saroni Diusulkan Jadi wagub DKI Jakarta Gantikan Sandiaga Uno

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Minggu, 16 Desember 2018 17:39 WIB · 2 menit baca
Ahmad Saroni Diusulkan Jadi wagub DKI Jakarta Gantikan Sandiaga Uno

PUBLIKSATU, JAKARTA - Nama Ahmad Sahroni mendadak menjadi perbincangan. Pria yang tengah menjadi wali rakyat di Senayan itu diusulkan menjadi Wagub DKI Jakarta yang saat ini tengah kosong akibat ditinggal Sandiaga Uno yang menjadi Cawapres 02 mendampingi Prabowo Subianto.

Ahmad Sahroni belakangan diusulkan Fraksi Partai Nasdem DKI Jakarta. Nasdem ingin posisi strategis itu diisi oleh tokoh-tokoh lain di ibu kota. Salah satunya adalah anak Priok, Jakarta Utara, Ahmad Sahroni.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan nama lain sudah muncul menjadi alternatif wagub jika dua partai pengusung tidak sepakat.

“Terakhir ada nama pengusaha muda Erwin Aksa. Di kami (NasDem) ada juga tokoh muda Ahmad Sahroni. Tujuan akhirnya, bagaimana masyarakat mendapatkan wagub dan roda pemerintahan berjalan maksimal,” kata Bestari.

Dia menyatakan wagub DKI merupakan jabatan penting dan sangat memengaruhi kinerja dari pemerintah provinsi. Apalagi, dengan nilai APBD Rp 89 triliun di 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kewalahan memberikan persetujuan anggaran.

Sesuai perundangan, kata dia, pemilihan dua nama diberikan kepara partai pengusung ke DPRD untuk kemudian diparipurnakan. Dengan masih adanya ketidaksepakatan nama wagub diajukan, Bestari menganggap itu sebagai gambaran ketidakdewasaan partai pengusung dalam berpolitik.

“Wagub di DKI itu kan jabatan penting dan sangat memengaruhi kinerja dari pemprov dengan kekosongan itu. Sampai hari ini dua partai pengusung belum menunjukkan kedewasaan berpolitik. Sudah terlalu lama dan kelihatan tidak ada ujungnya,” ujar Bestari.

Dia menekankan, kepentingan masyarakat banyak harus diutamakan dengan segera memilih wagub pengganti Sandiaga Uno yang kini menjawai cawapres. Dengan adanya wagub, Bestari meyakini gubernur akan maksimal dalam menjalankan pemerintahan.

“Haruslah segera bersepakat. Banyak nama sudah bermunculan. Kalau memang dari Gerindra atau PKS tidak ketemu, kalau tidak bersepakat, bukalah peluang kepada nama lain, tokoh di DKI untuk diuji kelayakan,” kata Bestari.(boy/jpnn)