Berita Terkini
Baubau

Aliansi Umat Islam Baubau Kecam Penindasan Muslim Uyghur

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 26 Desember 2018 16:57 WIB · 2 menit baca
Aliansi Umat Islam Baubau Kecam Penindasan Muslim Uyghur
Massa Aliansi Umat Islam Baubau saat melakukan aksi di Tugu Kirab,

PUBLIKSATU, BAUBAU - Massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Baubau menggelar aksi bela Muslim Uyghur di Tugu Kirab, Senin (24/12). Mereka mendesak Pemerintah Indonesia untuk ambil sikap terhadap tindakan kebiadaban Pemerintah China itu.

Aksi itu sebagai bentuk ukhuwah sesama muslim bahwa tindakan yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap etnis Muslim Uyghur di Xinjing adalah perbuatan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain itu, massa juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyikapi dan melakukan sesuatu agar pemerintah Cina tidak lagi melakukan pelarangan kepada etnis Muslim Uyghur untuk menjalankan keyakinannya dalam beragama.

"Mendesak pemerintah agar aktif secara internasional sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UUD RI 1945 bahwa aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia," kata Korlap aksi, Musran dalam orasinya.

Massa juga menghimbau kepada pemerintah agar mengirimkan tentara untuk menyelamatkan etnis Muslim Uyghur di Xinjiang.

Tidak hanya di Yyghur, kata dia, tapi termasuk Muslim di negara lain juga. Karena menurutnya, akhir-akhir ini seluruh kondisi di negeri Muslim mengalami hal yang sama seperti dibantai, dibunuh dibombardir, dan bahkan diperkosa.

"Terakhir tindakakan yang dilakukan terhadap Muslim Uyghur. Ini adalah tindakan biadab diluar batas ambang nilai kemanusiaan," kecamnya.

Sementara itu, berdasarkan data statistik pada 2017 jumlah populasi Muslim Uyghur sekitar 13.028 juta. Dari data tersebut menurun menjadi 10 juta. Sehingga dari penurunan itu, dia mensinyalir diindikasikan ada tindakan genosida yang dilakukan Pemerintah Cina.

Genosida juga, lanjutnya, terjadi di negara-negara lain yang Muslimnya minoritas. Karena itu, kata dia, solusi menyelamatkan kaum Muslim saat ini yang paling tepat adalah tegaknya Khilafah.

"Solusi terhadap Umat Islam adalah kembalinya Daulah Khilafah Islamiyah sebagai sistem yang mampu mengayomi semua warga negara yang ada di dalamnya," bebernya.

Ia mencontohkan, pada masa kepemimpinan Al-mu'tashim Billah di masa Bani Abbasiyah. Pada masa itu ada seorang perempuan yang disekap oleh tentara Romawi. Al-Mu'tasim Billah menurunkan pasukan yang kepalanya sudah tiba di Kota Amurian, sedangkan ekor masih berada di Baqdad sebagai pusat sistem Pemerintahan Khilafah.

"Apalagi saat ini yang dibantai bukan hanya seorang Muslim, tapi banyak sekali. Karena itu, Khilafahlah yang dapat menyelematkan umat yang dibantai itu," tukasnya. (m2)