Sering Ketakutan, Petani di Blitar Ditemukan Gantung Diri

PUBLIKSATU, BLITAR - Warga Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari mendadak gempar. Bonari warga setempat ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri.
Pria 57 tahun itu ditemukan gantung diri di ruang keluarga. Bonari ditemukan sudah dalam posisi menggantung dengan leher terjerat tali plastik. "Yang pertama kali mengetahuinya saat itu istrinya, Suharti," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Kota Iptu M. Burhanudin, Minggu (30/12).
Bonari nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga lantaran depresi. Berdasarkan keterangan keluarga, Bonari sering merasa ketakutan. "Keterangan dari keluarga, Bonari ini selalu merasa ketakutan sendiri jika didekati orang," ungkap Burhan.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi sepi. Saat itu, Bonari ditinggal istrinya, Suharti pergi ke sawah sekitar pukul 07.00. Sementara itu, anaknya juga pergi kerja kuli bangunan. "Diduga, Bonari gantung diri ketika rumah sepi sehingga tidak ada yang mengetahui," ujar polisi ramah ini.
Nah, Suharti pulang dari sawah sekitar pukul 09.30. Dia masuk rumah lewat pintu belakang. Suharti langsung kaget ketika mengetahui suaminya sudah dalam posisi gantung diri di ruang keluarga.
Bonari gantung diri dengan menggunakan tali plastik warna biru. Tali itu diikatkan di balok kayu atau bandar. Kemudian, ada kursi panjang sebagai sarana untuk naik gantung diri. "Saat ditemukan kondisi sudah meninggal dunia," ujarnya.
Suharti yang panik langsung teriak-teriak meminta tolong kepada tetangga dan anaknya yang saat itu sedang kerja tidak jauh dari rumahnya. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Gandusari.
Polisi yang menerima laporan tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Tubuh Bonari diturunkan dari tali dan diperiksa. "Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Murni gantung diri," tandas Burhan
(rt/abd/kan/did/JPR)