Berita Terkini
Nasional

Soal Bahar Bin Smith, Razman Yakin Itu Bukan Kriminalisasi Ulama

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 31 Desember 2018 05:06 WIB · 2 menit baca
Soal Bahar Bin Smith, Razman Yakin Itu Bukan Kriminalisasi Ulama
Razman Arif, jubir TKN Jokowi-Maruf Amin (tiga dari kiri) dalam sebuah diskusi di Jakarta.

PUBLIKSATU, Isu kriminalisasi ulama kerap menjadi pembahasan di masa kampenya Pilpres 2019. Dalam isu ini Jokowi tidak lepas dari sasaran.

Pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf pun berupaya mengklarifikasi atas isu tersebut. Razman Arif Nasution selaku Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf menegaskan tudingan tersebut tidak benar.

"Saya beberapa kali tampil di TV terkait Habib Bahar bin Smith. Kalau dia sebagai ulama beliau diproses hukum, beliau katakan kriminalisasi. Kriminalisasinya di mana?" ungkap Razman saat menghadiri acara diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

"Apakah orang yang melakukan tendangan kepada 2 santrinya, kemudian dapat dibuktikan oleh polisi 4 alat bukti, bukan saja 2. Itu kriminalisasi? Ini keliru," sambungnya. Dia menegaskan, apa yang dialami Bahar bin Smith itu bukan bentuk kriminalisasi ulama.

Menurutnya, Jokowi sangat pro hukum dan pro penegakan hukum. Bagi siapa yang bersalah akan tetap ditindak, meskipun orang yang terkena hukum itu orang dekat dengan Jokowi.

Sebagai contoh kasus penodaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ketika itu pria yang biasa disapa Ahok itu tidak mendapat pembelaan dari Jokowi. Malahan mantan wali kota Solo itu menyerahkan sepenuhnya pada hukum yang berlaku.

"Kalau anda melakulan tindakan hukum siapa pun anda itu harus kena. Ahok bermasalah dibiarkan. Enggak ada hubungan hukum antara Ahok dan Pak Jokowi. Artinya Ahok bersalah, ya dia dihukum," terangnya.

Untuk itu, Razman meminta masyarakat tak mengkhawatirkan soal keislaman Jokowi. "Saya katakan pak Jokowi jelas Islamnya. Sekarang mana yang lebih islami? Pak Jokowi jelas orang tuanya Islam. Kalau Pak Prabowo dia islam, (tapi) orang tuanya yang perempuan tidak Islam. Apakah ini jadi persoalan? Tidak. Tapi mereka yang mempersoalkan," ungkapnya.

(aim/JPC)