Berita Terkini
Nasional

Lagi, Koalisi Kawal Capim KPK Desak Jokowi Coret Capim KPK Bermasalah

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 3 September 2019 19:58 WIB · 3 menit baca
Lagi, Koalisi Kawal Capim KPK Desak Jokowi Coret Capim KPK Bermasalah
Sejumlah Massa yang terdiri dari unsur Koalisi Kawal Capim KPK dan Wadah Pegawai (WP) KPK menggelar aksi di Di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mereka memprotes Pansel Capim KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hin

-

Sejumlah Massa yang terdiri dari unsur Koalisi Kawal Capim KPK dan Wadah Pegawai (WP) KPK menggelar aksi di Di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/8/2019). Mereka memprotes Pansel Capim KPK yang dinilai tetap meloloskan sejumlah nama yang diduga bermasalah hingga tahap wawancara dan uji publik atau seleksi tahap akhir.

PUBLIKSATU, JAKARTA – Koalisi Kawal Capim KPK mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi kinerja Pansel Capim KPK. Peneliti Indoneisa Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai, Pansel tidak mampu menyeleksi capim KPK dengan rekam jejak baik.

“10 nama yang disampaikan kepada Presiden masih terdapat beberapa nama yang diduga memiliki rekam jejak buruk dan tidak berintegritas,” kata Kurnia dalam keterangannya, Selasa (3/9).

Kurnia menyampaikan, saat Pansel menyerahkan 10 nama Capim KPK periode 2019-2023, Presiden Jokowi meminta masukan dari publik mengenai hasil seleksi yang telah dilakukan oleh Pansel Capim KPK. Dalam pernyataannya, Jokowi menyebut tidak akan mengambil keputusan secara tergesa-gesa, sehingga perlu adanya ruang bagi publik memberikan catatan terhadap nama-nama yang telah diseleksi oleh Pansel Capim KPK.

“Namun amat disayangkan Pansel KPK justru menyebutkan seakan-akan 10 nama yang sudah disetorkan ke Presiden langsung mendapat persetujuan oleh Presiden,” sesal Kurnia.

Mewakili koalisi, Kurnia mengharapkan Presiden dapat mengevaluasi kinerja Pansel dan menolak calon-calon tertentu jika ditemukan potensi masalah di masa yang akan datang. Selain itu, jika calon bermasalah terpilih menjadi komisioner KPK, maka akan memberikan citra negatif bagi pemerintah di era Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, Kurnia menyarankan Jokowi dapat bertemu langsung dengan KPK untuk mendapatkan informasi terkini terkait 10 nama tersebut. Karena KPK harus diletakkan sebagai pihak yang paling berkepentingan.

“Karena beberapa waktu lalu sangat disesalkan ketika ada penolakan dari Pansel untuk bertemu dengan KPK yang pada saat itu ingin menjelaskan beberapa poin penting terkait temuan 20 nama pendaftar,” tegas Kurnia.

Untuk diketahui, Pansel Capim KPK telah menyerahkan 10 nama calon pimpinan lembaga antirasuah ke Presiden Joko Widodo. Nantinya mereka yang lolos pada tes kesehatan serta tes wawancara dan uji publik akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR RI.

Mereka yang lolos berasal dari latarbelakang berbeda, terdiri satu orang dari komisioner KPK, satu polisi, satu jaksa, satu auditor, satu advokat, dua dosen, satu hakim dan dua PNS. (JPG)

Berikut 10 nama yang diserahkan Pansel ke Presiden Jokowi:

1. Alexander Marwata, Komisioner KPK

2. Firli Bahuri, Anggota Polri

3. I Nyoman Wara, Auditor BPK

4. Johanis Tanak, Jaksa

5. Lili Pintauli Siregar, Advokat

6. Luthfi Jayadi Kurnaiwan, Dosen

7. Nawawi Pomolango, Hakim

8. Nurul Ghufron, Dosen

9. Roby Arya B, PNS Sekretariat Kabinet

10. Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan