Berita Terkini
Nasional

Perahu Nelayan Diterjang Ombak, Satu Tewas Satu Selamat

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 7 September 2019 05:17 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Perahu Nelayan Diterjang Ombak, Satu Tewas Satu Selamat

PUBLIKSATU, Dua perahu nelayan dihantam gelombang tinggi saat hendak melaut di Pantai Yeh Gangga, Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Junat (6/9) sekitar pukul 06.00 Wita. Akibatnya dua orang nelayan tenggelam. Keduanya sempat menyelamatkan diri dan sampai di pantai. Sayang setelah mendapat perawatan, salah satu korban nyawanya tak tertolong.

Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar pukul 06.00 Wita kedua nelayan yakni Ni Nyoman Naja, 49, dan I Wayan Kuwanti, 53, yang sama-sama warga Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan berangkat melaut menggunakan perahu masing - masing dengan jarak 15 meter.

Kemudian, sekitar 10 meter dari pinggir pantai kedua nelayan sudah melewati ombak yang pertama, hanya saja sewaktu akan memacu atau mempercepat mesin perahu tiba - tiba datang ombak besar setinggi kurang lebih 9 kaki atau 2,5 hingga 3 meter yang langsung menghantam kedua perahu sehingga perahu terbalik dan kedua nelayan terseret arus ke tengah laut. Beruntung keduanya bisa menyelamatkan diri dan langsung dilarikan ke RS Wisma Prasanthi oleh warga setempat.

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut 'Sadam' Arsana Yasa yang langsung melihat kondisi korban ke RS Wisma Prasanthi, kedua nelayan tersebut bisa menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir laut sekitar 30 menit. "Korban Wayan Kuwanti lebih dulu sampai dipinggir pantai, sedangkan korban Naja berhasil meraih life jacket yang ada di perahunya lalu berenang ke pinggir pantai," ujarnya sembari mengatakan jika kedua nelayan itu saat melaut memang tidak menggunakan pelampung dan hanya diletakkan didalam perahu.

Padahal, kata Sadam dirinya sudah memperingatkan para nelayan yang ada di Tabanan untuk tidak melaut hari Jumat (6/9) lantaran menurut grafik gelombang pada hari Jumat akan setinggi 2,5 hingga 3 meter. Sedangkan hari Sabtu (7/9) barulah gelombang diprediksi setinggi 1 hingga 2 meter sehingga bisa untuk melaut. "Cuma karena musim lobster nelayan ingin dapat penghasilan lebih, sehingga kedua korban ingin melaut memasang bubu, karena lobster yang dapat lumayan hasilnya 3 sampai 7 kilogram per orang," paparnya.

Kedua korban sejatinya melaut bersama 8 perahu nelayanan lainnya, hanya saja kedua korban salah mengambil jalur sehingga dihantam gelombang. "Delapan perahu sudah lewat, nah dua perahu ini yang salah ambil jalur lalu dihantam gelombang," lanjut Sadam.

Akibatnya korban Wayan Kuwanti yang lebih dulu sampai dipinggir pantai kondisinya kritis dan harus dirawat di ruang ICU RS Wisma Prasanthi karena menurut tim medis ada air yang masuk ke paru-paru korban sehingga harus dikeluarkan. Namun setelah mendapatkan penanganan selama beberapa jam, korban Kuwanti dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan korban Naja setelah mendapatkan perawatan di RS Wisma Prasanthi kemudian diperbolehkan pulang. "Korban Naja sudah boleh pulang karena tidak ada cedera tetapi air laut sempat tertelan," ungkapnya.

Selain itu kondisi perahu kayu berwarna hijau milik korban Nyoman Naja mengalami rusak berat dengan kerugian mencapai Rp 13 juta. Sedangkan perahu fiber warna biru milik korban Kuwanti hanya mengalami rusak ringan.

I Gede Januarta salah seorang kerabat korban Kuwanti mengatakan bahwa Kuwanti dinyatakan meninggal dunia pukul 17.10 Wita. Jenazah korban pun akan dibawa pulang ke rumah duka. "Tetapi untum upacaranya belum tahu kapan karena masih akan dirembugkan dengan keluarga," tegasnya. (bx/jpg)

Bagikan