Layanan Paperless Dongkrak Premi Asuransi
Bagikan

PUBLIKSATU, Layanan paperless menggunakan aplikasi digital memberikan dampak yang signifikan bagi kinerja perusahaan asuransi jiwa. Dengan sistem yang terintegrasi, aplikasi digital mampu meningkatkan efisiensi dan profesionalitas agen sehingga nasabah semakin mudah dan cepat memperoleh asuransi.
“Tidak ada lagi hard copy yang bikin agen bolak-balik ke kantor pusat. Dengan aplikasi pengajuan langsung ditanda tangani melalui tablet, bisa langsung terkirim ke kantor pusat untuk proses under writing-nya,” ujar Director & Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani disela peluncuran Cigna Family EaziLife, kemarin (17/9).
Perolehan premi langsung meningkat tajam setelah pada awal 2017 Cigna memperkuat agen-agennya dengan aplikasi digital yang dikenal dengan e-apps. Tercatat, pada 2017 kontribusi kanal distribusi keagenan hanya sekitar 15 persen, setelah agen dibekali aplikasi digital kontribusinya melonjak jadi 30 persen.
“Jadi naiknya dua kali lipat dibanding sebelumnya,” kata Dini.
Inovasi layanan aplikasi digital ini diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis keagenan. Aplikasi digital didesain untuk membantu agen mengenali dan menganalisa dan memberikan rekomendasi produk asuransi yang sesuai tujuan keuangan nasabah.”Nasabah dapat mengetahui ilustrasi produk yang akan mereka beli, termasuk jumlah premi, dan benefit yang akan mereka peroleh,” terangnya.
Dini menyebut dari ratusan agen Cigna sekitar 80 persennya sudah dibekali dengan aplikasi digital. Sisanya masih dalam proses karena belum memenuhi syarat waktu kerja yang memadai. Menurut dia, layanan e-apps itu sangat menolong para agen dalam bekerja tanpa batas ruang dan waktu.”Mereka bisa menjangkau daerah-daerah lain dengan cepat. Tanpa perlu kantor lagi,” cetusnya.
Untuk memacu kinerja bisnis perusahaan di sisa waktu tahun ini, Cigna telah meluncurkan terobosan melalui Cigna Family EaziLife. Produk ini memberikan keleluasaan bagi seseorang untuk membayar satu premi untuk menanggung tujuh orang sekaligus, yakni istri, anak, orangtua, atau mertua.”Sistemnya sangat simpel,” ungkap Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Cigna Philip Reynolds.
Dia menilai pasar asuransi di Indonesia masih terbuka lebar. Pasalnya tingkat kepemilikan asuransi masih dibawah tiga persen dari total junlah penduduk. Kondisi itu menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi, termasuk Cigna, untuk meningkatkan literasi asuransi dengan menghadirkan produk yang dibutuhkan masyarakat.”Kami ingin semua orang sadar perlunya asuransi,” lanjutnya.
Chief Marketing & Strategic Partnership Officer Cigna Indonesia Akhiz Nasution mengakui di Indonesia masih banyak anak muda yang menjadi sandwich generation. Mereka terbebani secara finansial karena masih harus menanggung anak sekaligus orangtuanya.”Mereka sebenarnya ingin memberikan perlindungan kepada orang-orang terkasih, tidak hanya pasangan dan anak-anak,tapi juga orang tua,” jelasnya. (JP)