Berita Terkini
Nasional

Mahasiswa: Bukan Pak Polisi yang Kami Lawan, tapi DPR

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 25 September 2019 02:47 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Mahasiswa: Bukan Pak Polisi yang Kami Lawan, tapi DPR
Bentrok antar mahasiswa dan polisi pecah di depan Gerbang utama Gedung DPR, Senayan. Banyak korban terluka karena kericuhan itu.

PUBLIKSATU, Pagar depan Gedung DPR jebol. Gas air mata berhamburan. Water canon yang sedari kemarin siaga di balik gerbang kini mulai menembakan amunisinya ke arah mahasiswa. Suasana di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9) sore pun ricuh.

Massa dan aparat terlibat bentrok. Aksi saling lempar tak terelakan, beberapa di antaranya ada yang terluka dan langsung dievakuasi dengan ambulan. Namun, hal itu tak menyurutkan aksi massa puluhan ribu mahasiswa dari berbagai kampus itu.

Aksi hari ini diketahui merupakan kelanjutan dari aksi penolakan RUU KPK dan KUHP serta sejumlah RUU bermasalah pada hari sebelunmya. Polisi terus mencoba menghalau massa. Sembari memberikan peringatan untuk tetap tenang.

Pantauan JawaPos.com di lapangan, sejak siang, massa sudah berorasi. Bahkan, ada yang minta difasilitasi untuk bertemu anggota DPR menyuarakan aspirasi mereka menolak pengesahan sejumlah undang-undang. Massa pun mencoba untuk masuk.

“Mohon adik-adik tertib,” teriak polisi dengan pengeras suara.

Mahasiswa dan elemen masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi tetap bertahan. Mereka terus melakukan perlawanan dengan melempari kepolisian dengan batu, botol plastik, hingga tongkat. Di sisi lain, polisi membalasnya dengan menembaki mahasiswa dengan gas air mata.

Akibat tembakan itu, mahasiswa mundur dari area depan Gedung DPR RI. Mahasiswa tampak kocar-kacir berhamburan menuju perempatan Slipi, Jakarta.

Setelah mahasiswa mundur, ratusan anggota polisi membentuk blokade di ruas Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung DPR.

Blokade kepolisian terus maju hingga 100 meter ke arah perempatan Slipi. Hingga akhirnya terhenti di pertigaan yang mengarah Slipi.

Meski dipukul mundur, mahasiswa tidak patah semangat. Setelah rentetan tembakan gas air mata terhenti, demonstrasi tetap dilakukan mahasiswa di pertigaan yang mengarah Slipi.

“Kami di sini sampai pimpinan DPR menemui kami,” kata seorang orator yang mengenakan jaket almamater Universitas Trisakti di lokasi, Selasa.

Dia menegaskan, mahasiswa tidak berminat melawan kepolisian dari aksi yang diselenggarakan hari ini. Mahasiswa hanya ingin melawan Dewan Perwakilan Rakyat karena mengesahkan Revisi UU KPK dan upaya menuntaskan RKUHP.

“Bukan Pak polisi yang kami lawan, tapi DPR. Saya ingin katakan, sekali lagi jangan terprovokasi kawan-kawan,” tegas orator. (JP)

Bagikan