Tidak Mendahului Proses Politik, Nasdem Setuju Bambang Soesatyo Ketua MPR, Gerindra Usung Ahmad Muzani

PUBLIKSATU, JAKARTA - Jelang pelantikan anggota dewan perwakilan rakyat, beberapa nama sudah dimunculkan untuk merebut kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Untuk Fraksi Partai Nasdem memastikan sudah setuju sejak awal, bahkan sudah sepakat bila kader Golkar mengisi posisi sebagai Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR).
"Kalau Golkar menampilkan tokoh yang anu (berintegritas), pasti kita dukung karena untuk MPR sekarang ini," ujar Sekjen Partai Nasdem, Johnny G. Plate di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (29/9).
Johnny menilai, ketua MPR harus memiliki kompetensi memadai, integritas yang teruji, pengalaman panjang di politik, dan mempunyai pemahaman terhadap konsensus dasar kebangsaan.
Soal nama Bambang Soesatyo yang santer bakal diusulkan Golkar. Johnny memandang, Bamsoet memiliki kriteria tersebut.
"Bambang Soesatyo salah satu. Dia ini ketua DPR," imbuhnya.
Hanya saja, dia tidak ingin mendahului proses politik apakah Bamsoet bakal disetujui jadi Ketua MPR atau tidak saat pemilihan usai pelantikan nanti.
"Ya bagus. Tetapi jangan mendahului proses politik," tandasnya.
Sementara itu, Partai Gerindra mengusulkan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani untuk dimajukan merebut kursi Ketua MPR RI periode 2019-2024.
"Kalau Gerindra kan kita punya calon pimpinan MPR namanya Bapak Ahmad Muzani. InsyaAllah kami akan berjuang sekuatnya untuk mewujudkan pimpinan MPR dari Gerindra," ujar Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (29/9).
Andre menyebutkan Partai lebih pantas menjadi Ketua MPR lantaran mendapatkan suara terbanyak kedua dibandingkan Partai Golkar yang juga berhasrat menduduki kursi tersebut.
Untuk itu, kata dia, Gerindra akan melakukan lobi-lobi ke delapan fraksi di DPR untuk memenangkan kursi tersebut.
"Apakah nanti akan terpilih atau tidak menjadi Ketua MPR kita kembalikan kepada forum," ungkapnya.
Soal kabar bahwa koalisi pendukung Presiden Joko Widodo telah sepakat memberikan posisi ketua MPR untuk Partai Golkar, Andre mengaku bukanlah persoalan.