Berita Terkini
Nasional

Menkes: Tak Ada Evakuasi, Para Dokter Tetap Mau Bertahan di Wamena

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 1 Oktober 2019 02:11 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Menkes: Tak Ada Evakuasi, Para Dokter Tetap Mau Bertahan di Wamena

PUBLIKSATU, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek menegaskan para dokter yang bertugas di Wamena Papua tetap bertahan. Dengan hati tulus mereka membantu dan memberikan pelayanan kesehatan. Menteri Nila mengungkapkan, situasi terakhir berangsur kondusif dan tak ada rencana evakuasi para dokter

“Mereka (para dokter) tetap mau berada di sana (Wamena). Dokter pendayagunaan spesialis tentu kami kirim dan kami sebagai pemerintah ikut bertanggung jawab. Para dokter berada di Wamena ingin ikut membantu. Tugas kami adalah kemanusiaan. Tak melihat siapa mereka,” tegas dokter spesialis mata itu dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Senin (30/9).

Menteri Nila menyebutkan ada program Nusantara Sehat yang memang mengirimkan para dokter ke daerah. Kemudian ada program magang atau internship para dokter yang mewajibkan para dokter terjun langsung ke daerah.

“Nah para dokter tak masalah tinggal, enggak ada yang mau pulang. Memang ada yang internship totalnya 9 dokter itu sedang memperdalam keilmuannya. Mereja dari provinsi meminta untuk ditarik karena memang masa tugas magangnya sudah selesai. Kami sedang prpses untuk menarik mereka ke Jayapura. Tetapi itu memang masa tugasnya sudah selesai,” ujarnya.

Dia menyebut salah satu tempat aman bagi para dokter adalah selalu berada dan bertugas di rumah sakit atau fasilitas kesehatan

“Kami menyadari betul tempat aman kalau terjadi kerusuhan adalah rumah sakit yang netral. Tapi kami bersyukur ini sudah kondusif semoga aman ke depannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan, saat ini masih ada 31 tenaga kesehatan atau dokter yang bertugas di Wamena, Papua pasca kerusuhan.Tapi, tenaga kesehatan bantuan telah berdatangan dari wilayah lainnya di Papua seperti Timika.

Untuk itu, ia pun meminta para dokter di sana untuk tetap menjaga diri untuk menghindari potensi kerusuhan. Salah satunya dengan selalu mengenakan seragam putih dan jas dokternya. Ini perlu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dari massa.

“Kami mengimbau kepada tenaga kesehatan, ke manapun tenaga kesehatan pergi wajib pakai baju kesehatannya, pakai itu jas atau baju dokter putihnya, selalu dipakai. Agar tak ada kesalahpahaman,” tegas Menteri Nila dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Senin (30/9). (JP)

Bagikan