Wagub Sumbar Temui Gubernur Lukas Enembe, 309 Warga Minang Telah Tinggalkan Papua

PUBLIKSATU, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menemui Gubernur Papua Lukas Enembe usai memantau ratusan warga asal Sumatera Barat yang mengungsi akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jayawijaya dan Oksibil, Pegunungan Bintang beberapa hari terakhir.
Nasrul menyampaikan dalam pertemuan tersebut, mereka membahas mengenai situasi di Papua saat ini. Dan kepada Nasrul, Lukas menyesalkan dan berduka atas wafatnya sembilan orang warga Minang.
"Gubernur Papua sangat menyesalkan atas apa yang terjadi di Wamena. Bapak Lukas Enembe juga menyampaikan rasa duka dan berlangsungkawa atas banyaknya korban yang meninggal pada kerusuhan di Wamena," ungkap Nasrul melalui siaran persnya, Senin (30/9).
Saat ini aparat keamanan dari TNI dan Polri telah melakukan pengamanan intensif di wilayah Papua guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan susulan. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir.
"Kita semua berharap kondisi ini segera membaik dan kerusuhan tidak terulang lagi," tandasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Nasrul didampingi oleh Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Pangdam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab dan mantan Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar.
-
Wagub Sumbar Nasrul Abit saat berkunjung ke Wamena
Selain itu, Nasrun juga menyampaikan bahwa saat ini masih ada ratusan warga Minang yang berada di tenda-tenda pengungsian pasca insiden kerusuhan anarkis beberapa hari terakhir.
Nasrul mendapatkan informasi terkini mengenai data pengungsi dan korban kerusuhan di Papua. Sebanyak 981 warga Minang telah mengungsi ke tempat aman dan meninggalkan rumah mereka.
“Terdata 981 orang perantau Minang berdomisili di Wamena. 672 orang di antaranya masih berada di Papua, 309 orang dikabarkan sudah meninggalkan Papua,” ucap Nasrul.
Nasrul menjelaskan sejauh ini kebutuhan logistik terus mengalir di sejumlah pengungsian di wilayah Wamena dan Oksibil, bantuan itu datang dari organisasi kelompok warga Minangkabau.
“Bantuan terus mengalir berasal dari persatuan-persatuan perantau Minang seluruh Indonesia, Pemprov Papua, Pemkot Pemkab Jayapura dan TNI serta Polri,” jelasnya.
Pihaknya meminta warga Minang agar senantiasa menjaga diri dan waspada lantaran hingga saat ini kondisi Papua belum dipastikan kondusif.
“Saya berharap pihak aparat keamanan bertindak tegas untuk menjaga keamanan masyarakat. Saya minta perantau Minang dan seluruh warga di Wamena, tetap waspada dan hati-hati,” tutupnya. (rmol)