Soroti Tragedi Wamena, Anggota DPD Ini Minta Negara Lebih Tegas

PUBLIKSATU, Tragedi di Wamena membuat masyarakat setempat harus eksodus ke luar daerah. Para pendatang pun terpaksa pulang kampung karena merasa keamanannya terancam. Kondisi itu pun mendapat sorotan dari DPD RI.
Anggota DPD asal daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat (Sumbar) Alirman Sori mengatakan, negara harus lebih tegas menyikapi kerusuhan tersebut. Sikap tegas itu menunjukkan negara hadir untuk warganya. Baik yang menjadi korban atau pun bagi yang terdampak.
“Ini persoalan yang harus ditangani secara nasional. Utamakan penangganan terhadap korban, dan proses hukum para pelaku yang telah merengut banyak nyawa saudara-saudara kita di Wamena,” kata Alirman di sela-sela sidang paripurna kedua MPR periode 2019-2024 di Jakarta, Rabu (2/10).
Diketahui kejadian di Wamena telah merenggut puluhan nyawa. Ratusan orang terluka dan mendapat perawatan intensif. Ribuan orang terpaksa eksodus karena merasa nyawanya terancam. Upaya eksodus itu pun difasilitasi oleh negara melalui TNI dan lembaga kemanusiaan.
Lebih jauh Alirman Sori mengatakan, proses hukum terhadap para pelaku jangan berhenti begitu saja. Harus diusut sampai tuntas. “Siapa dalang dan eksekutor dari kerusuhan tersebut,” imbuhnya.
Sikap tegas itu, kata Alirman, akan menjadi bukti bahwa kehadiran negara dalam menegakkan supremasi hukum benar benar nyata. Kasus hukum harus diselesaikan secara hukum,” katanya.
Adapun kerusuhan di Wamena menimbulkan korban terhadap para pendatang. Baik dari suku Minangkabau, Bugis, Jawa, dan Sunda. Tidak hanya itu, orang Papua sendiri pun merasa ketakutan atas kejadian tersebut.
Diketahui sebanyak 10 orang pendatang asal Sumbar turut menjadi korban tewas. Ribuan lainnya terpaksa eksodus. Mereka meninggalkan harta benda. Bahkan harta bendanya juga habis karena dibakar. Kini para perantau itu memerlukan trauma healing. Ada juga membutuhkan modal untuk kembali menata hidup.
Atas kondisi demikian, masyarakat dan Pemprov Sumbar bersatu membersamai untuk membantu para korban kerusuhan Wamena. Selasa (1/10), para perantau, tokoh, pejabat, gubernur, wakil gubernur, dan pemda asal Sumbar urunan menggalang dana. Hasil penggalangan itu akan disumbangkan kepada perantau Minang yang menjadi korban di Wamena. Alhasil untuk sementara terkumpul Rp 3,1 miliar.
Wasekjen DPP Gebu Minang Zulhendri menyebut, sumbangan dari berbagai elemen itu terkumpul dari hasil penggalangan satu malam yang digelar di Jakarta, Selasa (1/10). “Khusus dari Gebu Minang terkumpul Rp 2 miliar. Itu sumbangan dari ketua umum (Oesman Sapta Odang), bendahara, dan perantau lainnya,” ujarnya kepada JawaPos.com. Lembaga DPD RI pun turut menyalurkan sumbangan sebesar Rp 800 juta.
Zulhendri berharap bantuan itu bisa dijadikan modal usaha bagi perantau yang menjadi korban. Setidaknya modal dasar dalam mengembalikan ekonomi keluarga. (JP)