Tiga Perusahaan Asing Ikuti Tender ‘Operasi Penyelamatan’ Jiwasraya

PUBLIKSATU, Operasi penyelamatan perusahaan asuransi PT Jiwasraya Putra masih butuh waktu panjang. Empat BUMN yang bertugas melakukan operasi penyelamatan Jiwasraya masih menunggu investor strategis pemenang tender.
Direktur Keuangan & Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu menyampaikan, penyertaan modal perseroan ke Jiwasraya Putra saat ini masih menunggu adanya investor strategis. Investor strategis itu nantinya akan mengusai 65 persen saham.
Adapun BTN akan diberi porsi saham sekitar 20 persen, Telkomsel sekitar 13 persen, dan sisanya untuk PT KAI serta PT Pegadaian. Tetapi yang menarik, BTN dan ketiga BUMN lain tersebut akan mendapatkan saham tanpa mengeluarkan kocek.
“Untuk porsi BUMN kami tidak mengeluarkan modal dalam bentuk dana. Inipun baru bisa diimplementasikan jika sudah ada kesepakatan dengan investor strategis,” paparnya dalam Media Gathering di Jogjakarta, Jumat (4/10).
Nixon menyampaikan, saat ini ada tiga perusahaan asing yang melakukan penawaran. “Ketiganya asing. Ketiganya sangat berniat masuk ke Indonesia melalui bidding di Jiwasraya Putra,” katanya.
Lebih lanjut, Nixon menambahkan, jika sudah terjadi kesepakatan dengan investor strategis, perseroan akan mendapatkan kontrak transaksi antara Rp 600 – Rp 700 miliar. Tetapi dia memastikan, kontrak transaksi ini tidak akan dibukukan sebagai pendapatan.
Sementara itu, mengenai ‘modal dengkul’ tapi BUMN mendapatkan saham 35 persen, Nixon menjelaskan nantinya investor strategis tetap akan membayar 100 persen. Namun, investor strategis tersebut hanya akan mendapatkan saham 65 persen.
“Kami buka kerja sama dengan mereka (sehingga dapat 35 persen/4 BUMN),” katanya.
Nixon optimistis bentuk kerja sama yang ditawarkan ini akan menarik investor, dan Jiwasraya Putra akan menjadi asuransi paling besar. “Dari sisi kami, sekarang masih due diligence dari aspek legalnya. Diharapkan akhir tahun ini final,” pungkasnya. (JP)