Berita Terkini
Nasional

DPR Harus Banyak Mendengar Bukan Banyak Bicara

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 15 Oktober 2019 00:26 WIB · 1 menit baca
Bagikan
DPR Harus Banyak Mendengar Bukan Banyak Bicara

PUBLIKSATU, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 diminta untuk mempertajam pendengaran agar bisa mendengarkan suara-suara keinginan rakyat Indonesia.

Menurut Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Veri Junaidi, DPR pimpinan Puan Maharani harus mendengar suara rakyat untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Itulah kenapa gunanya telinga dibikin dua dan mulut satu. Supaya lebih banyak mendengarkan, bukan banyak berbicara, salah lagi," ucap Veri Junaidi saat diskusi dengan tema "Habis Gelas Terbitlah Kelam" di Upnormal Coffe di Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Tak hanya DPR, Veri juga mewant-wanti Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut dia, MK harus diperkuat agar bisa mengkoreksi kebijakan yang dikeluarkan oleh DPR.

"Pasang telinga lebar-lebar apa yang kemudian menjadi aspirasi dan kepentingan publik. MK juga harus awas, kalau DPR sudah tidak mau mendengar, ke mana lagi harus mengadu? Satu-satunya cara tentu mengajukan Judicial Review," tegasnya.

"Oleh karena itu menurut kami, MK jadi lembaga penting untuk dirawat, dijaga agar ada banyak kepentingan politik yang dibangun di DPR bisa dikoreksi, diperbaiki," pungkasnya. (rmol)

Bagikan