Jokowi Ingin Ada Perubahan? Buang Semua Menteri Sektor Ekonomi

PUBLIKSATU, JAKARTA - Sektor yang paling utama diperbaiki Presiden Joko Widodo di pemerintahan keduanya adalah soal ekonomi. Pemerintah baru Jokowi bersama Maruf Amin harus punya pendekatan baru.
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, kalau Jokowi mempertahankan wajah lama di kementerian bidang ekonomi, maka pendekatannya juga yang lama, dan hasilnya kemungkinan persis sama. Yaitu, pertumbuhan ekonomi stagnan dan cenderung merosot.
Maka solusi satu-satunya adalah, merombak total pembantu Presiden di bidang ekonomi.
"Harus total dibuang, karena mereka enggak kerja untuk rakyat, tapi untuk elit politik dan pengusaha," ujar Uchok Sky kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/10).
Lima tahun pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi mentok di angka 5 persen, dan utang terus membengkak.
"Pertumbuhan ekonomi tidak pernah mencapai target. Dan utang, dulu utang sebagai pelengkap, sekarang jadi menu utama," sindir Uchok Sky.
Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta menteri bidang ekonomi harus diganti. Penggantinya, akademisi dan ekonomi yang betul-betul bisa menggerakkan ekonomi rakyat tanpa utang dan jual aset.
"Kalau pingin maju, cari menteri yang mau dan bisa membangun ekonomi dan mensejahterkan rakyat, jangan yang doyan utang," demikian Uchok. (rmol)