Berita Terkini
Nasional

Pengamat: Komposisi Kabinet Indonesia Maju Tak Akan Bertahan Lama

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Minggu, 27 Oktober 2019 02:20 WIB · 2 menit baca
Pengamat: Komposisi Kabinet Indonesia Maju Tak Akan Bertahan Lama

PUBLIKSATU, Komposisi Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai kurang berkualitas, terutama dalam penempatan menterinya. Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memperkirakan komposisi ini tidak akan bertahan lama.

Menurut Adi, beberapa nama yang sudah ditunjuk Jokowi menjadi menteri seperti Menteri Agama Fachrul Rozi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim harus bekerja keras dan membuktikan diri jika tidak mau terpental dari Kabinet Indonesia Maju.

“Kalau lihat postur kabinet sekarang saya menduga setahun mungkin akan terjadi reshuffle. Seperti Menag dan Mendikbud. Jokowi ingin menunjukan kepada mereka bahwa kemampuan mereka harus bisa dikloning di kementerian yang baru. Jika tidak, maka tentu mereka akan di-reshuffle,” kata Adi, Sabtu (26/10).

Adi mengakui bahwa ia kaget dengan komposisi menteri dan wakil menteri yang ditunjuk Jokowi. Adi juga menyoroti bergabungnya Partai Gerindra yang pada saat Pilpres 2014 dan 2019 merupakan pesaing utama Jokowi.

“Merasa aneh dan kaget. Jelang pembentukan kabinet semua kongsi atas nama kebersamaan. Kalau begini ceritanya, besok nggak usah pemilu dan ada Parpol,” jelasnya.

Bergabungnya Gerindra ke dalam pemerintah juga dianggap telah mencederai moral berpolitik. Seharusnya, koalisi yang kalah harus menjadi oposisi. Sedangkan yang berada di pemerintahan hanya koalisi pemenang. Dengan begitu, keseimbangan demokrasi bisa terjaga.

Adi pun mengkritik keputusan Jokowi yang memperbolehkan menteri merangkap sebagai ketua umum partai. “Saat ini ada ada tiga ketum parpol yang menjadi menterinya Pak Jokowi di periode kedua. Mungkin ini terkait oposisi udah lemah, jadi nggak penting-penting amat bicara rangkap jabatan itu mengganggu atau nggak,” terangnya.

Lebih lanjut, Adi menilai, langkah Jokowi menarik Partai Gerindra masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju adalah hasil rekonsiliasi semu. “Postur kebinet rekonsiliasi? Ini rekonsiliasi semu. Kalau takut opisisi membelot, protes nggak karu-karuan, kenapa cuma Gerindra (yang dijadikan koalisi, Red),” pungkasnya. (JP)