Berita Terkini
Nasional

Prihatin Sampah Plastik, Istri-istri Dokter Bagikan 1.000 Tas Kain

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Minggu, 27 Oktober 2019 02:16 WIB · 2 menit baca
Prihatin Sampah Plastik, Istri-istri Dokter Bagikan 1.000 Tas Kain
PEDULI ALAM: Para istri dokter di Kota Solo ini bagikan tas kain di Pasar Gede, Jumat (25/10).

PUBLIKSATU, Kondisi sampah plastik sudah sangat memprihatinkan. Menekan agar tidak terus meluas, perkumpulan istri dokter di Kota Solo membagikan 1000 tas kain kepada sejumlah warga di lingkungan Pasar Gede, Jumat (25/10). Mereka juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik agar tidak mencemari lingkungan.

Kerumunan ibu-ibu berbagai usia menarik perhatian sejumlah pengunjung Pasar Gede kemarin. Warga pun mula berkerumun ketika sejumlah perempuan ini mulai membagikan tas kain kepada masyarakat di lingkungan pasar setempat. “Kaget juga ada kegiatan ini. Soalnya ada bagi-bagi tas gratis, saya ikut minta,” kata salah satu pengunjung Pasar Gede, Hendrayanti, 70 di sela kegiatan.

Tas kain warna putih bertuliskan “No Plastic” warna hijau itu tampak sedap dipandang mata. Tak heran banyak calon pembeli yang berminat dan ikut merapat saat pembagian tas kain itu. “Desainnya bagus dan bisa digunakan dalam waktu lama. Nanti saya tidak pakai plastik lagi kalau belanja,” jelas dia.

Pembagian 1000 tas kain itu diinisiasi oleh Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kota Surakarta. Pembagian tas kain itu tidak hanya dilakukan di Pasar Gede, namun juga di pasar tradisional lainnya seperti di Pasar Harjodaksino, Ledoksari, Nongko dan Kadipolo.

“Indonesia ini menduduki peringkat kedua di dunia dalam hal penggunaan sampah plastik. Padahal, sampah plastik tidak mudah terurai. Maka dari itu, kami ingin membantu pemerintah sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi sampah plastik,” ujar Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Surakarta Sri Mulyaningsing.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mengurangi sampah plastik yang kini persentasenya makin tinggi. “Paling tidak kita memulai dengan hal sederhana. Misalnya dengan membawa tas sendiri dan tidak bergantung pada tas plastik saat membeli keperluan rumah tangga di pasar tradisional. Kain ini bisa digunakan lebih lama,” jelas dia. (radarsolo/jp)