Sektor Perjalanan Wisata Kurang Bergairah
Bagikan

PUBLIKSATU, Mendekati akhir tahun, giat perjalanan wisata lesu darah. Beruntung, sektor ini terdongkrak tingginya minat wisatawan lokal. Khususnya dari Kota Solo sendiri yang sudah merencanakan perjalanan wisata ke berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga.
Owner Batari Tour and Travel sekaligus pengurus Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo Mirza Ananda menyebut giat traveling jelang akhir tahun turun. Persentasenya menyentuh 40 persen jika dibandingkan periode yang sama di 2018. Penyebabnya banyak pihak yang melakukan traveling tanpa grup.
Selain itu, juga banyak yang hanya membeli tiket saja tanpa paket yang disediakan oleh travel agent. Namun jika dibandingkan semester pertama dan kedua, grafik perjalanan wisata jelang akhir tahun ini meningkat 20 persen.
“Mayoritas yang sudah booking tujuan Bali, Lombok, Malaysia, dan Singapura. Berangkat November-Desember. Jumlah wisatawannya berapa, saya belum hitung. Tapi sudah masuk di atas 10 grup. Masing-masing grup sekitar 15 orang. Kebanyakan yang masuk grup keluarga yang ingin traveling ke luar negeri. Kalau goverment masih di domestik,” jelas Mirza kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (25/10).
Tren saat ini, calon wisatawan hanya sekadar membeli tiket. Jumlahnya pun mengalami penurunan. Mengingat masyarakat kini lebih memilih memesan tiket via online. Terkait rute penerbangan langsung (direct flight) Solo-Kuala Lumpur, Malaysia, Mirza mengaku keberangaktan dari Kota Bengawan 60 persen.
”Kedatangan justru masih belum ada dampaknya. Branding serta promosi Kota Solo yang dibawa ke Malaysia belum kencang. Ya dampaknya belum signifikan,” urai Mirza.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo Bambang Pramono menegaskan, pengembangan sektor pariwisata perlu diprioritaskan. Untuk mendorong penerimaan devisa. Dengan beberapa rute penerbangan dalam dan atau ke luar negeri. Selain itu, Promosi harus dimaksimalkan dan berkelanjutan. Tidak sekadar table top, tetapi juga presentasi ke negara tetangga.
“Menggerakkan wisatawan mancanegara, perlu didukung semua pihak. Tak hanya pelaku wisata saja, tetapi juga pemerintah dan stakeholder. Untuk itu kami mengajak teman-teman UMKM fokus mengembangkan pariwisata,” bebernya. (radarsolo/jp)