Berita Terkini
Nasional

Kursi Wamen Untuk Akomodir Politik Bagi-Bagi

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Minggu, 27 Oktober 2019 20:17 WIB · 2 menit baca
Kursi Wamen Untuk Akomodir Politik Bagi-Bagi

PUBLIKSATU, JAKARTA - Pelantikan wakil menteri (Wamen) menunjukan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebenaranya.

Bukan tanpa alasan, menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi, adanya wament karena pertimbangan 'politik bagi-bagi'.

"Karena politik bagi-bagi. Ini untuk mengakomodasi pendukung politik dibanding upaya mengakselerasi kinerja kabinet," kata Ade Reza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/10).

"Membengkaknya jumlah wamen juga kontras dengan upaya reformasi birokrasi untuk memangkas dan efisiensi birokrasi," lanjutnya.

Selain itu menurut Ade Wamen juga berpotensi menimbulkan polarisasi politik dalam birokrasi jika tidak sinergi dengan para menterinya.

Oleh karena itu, Ade menyatakan Presiden perlu melakukan konsolidasi kabinet secara intensif.

"Hal itu untuk memonitor sinergisitas antar menteri dan wamen serta dengan birokrasi yang dipimpinnya, " pungkasnya

Sebelumnya Presiden Joko Widodo resmi melantik 12 nama wakil Menteri yang bergabung di Kabinet Indonesia Maju. Wamen ini digadang-gadang bisa membantu pekerjaan menteri. (rmol)

Berikut daftar 12 Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju:

1. Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar

2. Wakil Menteri Pertahanan: Wahyu Sakti Trenggono

3. Wakil Menteri: Zainut Tauhid Sa'adi

4. Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara

5. Wakil Menteri Perdagangan: Jerry Sambuaga

6. Wakil Menteri PUPR: John Wempi Wetipo

7. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Alue Dohong

8. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Budi Arie Setiadi

9. Wakil Menteri Agraria & Tata Ruang/BPN: Surya Tjandra

10. Wakil Menteri BUMN: Budi Gunadi Sadikin

11. Wakil Menteri BUMN: Kartika Wirjoatmodjo

12. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo.