Berita Terkini
Nasional

Masih Perlu Gerai Fashion Offline

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 29 Oktober 2019 05:17 WIB · 2 menit baca
Masih Perlu Gerai Fashion Offline

PUBLIKSATU, Selain suka berbelanja fashion di toko dalam jaringan (daring), kaum milenial ternyata senang membeli secara langsung. Memilih dan mencoba baju atau celana incaran juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. Itu merupakan sejumlah alasan sejumlah pemilik clothing line daring untuk membuka gerai di pusat perbelanjaan.

Katua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi menyebut fashion sebagai pasar yang masih sangat menjanjikan. Namun, kini perilaku konsumen jauh berubah. “Ada perubahan besar. Para peritel konvensional yang hanya mengandalkan nama besar brand-nya harus bersiap menghadapi shifting,” urainya, Minggu (27/10).

Menurut Sutandi, milenial tidak lagi menjadikan merek sebagai prioritas utama. Sekarang alasan utama mereka berbelanja adalah kenyamanan. “Anak muda zaman sekarang mau-mau saja mengenakan pakaian tidak bermerek. Asalkan fashionable, comfortable, dan harganya kompetitif,” lanjutnya. Perilaku itu muncul seiiring dengan menjamurnya toko daring dan lokapasar (marketplace) pada 2015.

Untuk melayanai pasar milenial, para pebisnis fashion tetap perlu mempunyai gerai yang bisa dikunjungi konsumen setiap saat. Sebab, kalau bisa lihat fisiknya langsung dan bisa dicoba, mereka pasti lebih percaya,” ucap Sutandi. Karena itu, dia menyambut baik pemilik ritel fashion daring yang membuka gerai di mal untuk mendekatkan diri pada konsumen.

Atas alasan yang sama dengan Sutandi, Lois Jeans pun mengemas ulang toko offline mereka di Tunjangan Plaza. “Kami lakukan reopening outlet dengan konsep baru agar bisa bersaing dan menaik minat konsumen,” ujar Koordinator Lois Jeans Wilayah Jawa Timur Dyah Rudanti pada Sabtu (26/10). (JP)