Berita Terkini
Nasional

Pilkades di Kediri: Pelapor Siapkan 8 Bukti Kecurangan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 29 Oktober 2019 04:12 WIB · 3 menit baca
Pilkades di Kediri: Pelapor Siapkan 8 Bukti Kecurangan
Puluhan warga Desa Tarokan mendatangi Mapolsek Tarokan

PUBLIKSATU, Suhu panas jelang pilkades terasa di Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan. Ratusan warga ‘menduduki’ Mapolsek Tarokan Sabtu (26/10) malam. Mereka baru pergi pada Minggu dini hari. Aksi warga itu dipicu dugaan salah satu calon yang melakukan pelanggaran. Yaitu ada calon kades (cakades) yang meminta sejumlah surat pemanggilan pencoblosan.

“Ini jelas mencederai demokrasi kita,” sungut Bambang Suhartono, salah satu cakades yang juga ikut ngluruk ke mapolsek.

Bambang berkoar sudah mengantongi 8 barang bukti yang dilakukan kubu lawan untuk meminta surat pemanggilan pencoblosan tersebut. Bahkan, ia juga telah menyiapkan beberapa saksi di setiap dusun yang telah mengetahui secara pasti apa yang dilakukan oleh oknum tersebut. “Desa Tarokan ada 16 Dusun dan mereka (oknum cakades, Red) meminta surat tersebut per dusun,” ungkapnya kepada koran ini.

Yang jelas, masih kata pria yang juga sebagai cakades nomor urut 3 ini, dia mengkhawatirkan gejolak semakin besar terjadi di masyarakat. Menurutnya, setidaknya terdapat ribuan surat panggilan yang diminta oleh oknum cakades tersebut. “Kami meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini,” paparnya.

Di Desa Tarokan ada empat calon yang akan bertarung memperebutkan mandat dari warga. Mereka akan bersaing merebut suara pada pilkades yang rencananya akan berlangsung serentak pada 30 Oktober besok.

Sementara itu, aksi demonstrasi warga Tarokan itu mulai sekitar pukul 23.00 WIB. Aksi baru berakhir pada pukul 00.30 WIB. Beberapa tuntutan pun disuarakan warga pendemo. Seperti yang disampaikan oleh Winarno, 51. Dalam tuntutannya itu, pihaknya menginginkan Ketua Panitia Pilkades Tarokan untuk mundur. Pasalnya, kejadian ini tidak terjadi satu kali, melainkan sudah terjadi kedua kalinya. “Kami menginginkan ketua panitia untuk mundur sebelum pilkades dimulai,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan untuk mengurangi gesekan antarwarga yang semakin memanas. Bahkan, pilkades yang akan dimulai H-2 ini dinilai sudah menggambarkan kepemimpinan panitia pilkades yang tidak kredibel. “Ini jelas sudah ada permainan dengan oknum tersebut,” sesalnya.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana malam itu datang ke lokasi. Ikut meredam emosi ratusan warga Desa Tarokan. Kapolres memastikan akan menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan yang itu.

“Yang jelas kami akan memfasilitasi audiensi beberapa warga untuk mendapatkan jalan keluar sebelum gelaran pilkades dimulai,” ungkapnya.

Miko, sapaan akrab Kapolres Kediri Kota, mengungkapkan laporan warga tersebut akan diproses sesuai aturan yang berlaku.“Kami berharap seluruh warga tetap tenang dan mempercayakan kasus ini kepada pihak berwajib,” harapnya.

Masih kata Miko, pihaknya akan segera memanggil pelapor dan beberapa saksi untuk dilakukan pemeriksaan keterangan. Miko berjanji akan menidak tegas setiap jenis pelanggaran yang dilakukan. “Sesuai janji saya saat sertijab Kapolresta Kediri beberapa minggu lalu, saya akan menindak tegas setiap jenis pelanggaran. Yang jelas, kami akan segera panggil pelapor dan beberapa saksi,” pungkasnya. (radarkediri/jp)