Puting Beliung Terjang Puluhan Desa di Sukoharjo dan Sragen

PUBLIKSATU, Angin puting beliung menerjang wilayah Sukoharjo dan Sragen, kemarin sore (28/10). Beberapa rumah roboh dan pohon-pohon tumbang. Termasuk atap Polsek Polokarto, Sukoharjo, porak poranda.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, ada dua kecamatan terkena dampak puting beliung. Kejadian hampir bersamaan pukul 15.00.
“Angin kencang menerjang Kecamatan Mojolaban dan Polokarto. Ada beberapa bangunan roboh, pohon tumbang. Kami saat ini masih mendata,” terangnya.
Di Kecamatan Mojolaban, terdapat sepuluh desa diterjang lisus. Yakni, Desa Joho, Klumprit, Palur, Triyagan, Sapen, Bekonang, Cangkol, Plumbon, Wirun dan Demakan.
Sedangkan di Kecamatan Polokarto total ada empat desa mengalami kejadian sama. Yakni, Desa Wonorejo, Mranggen, Godog dan Bakalan. Warga dibantu BPBD dan SAR Sukoharjo kemudian membantu memotong pohon-pohon tumbang dan menyingkirkan dari jalan.
“Saat ini dari laporan masuk ada dua bangunan roboh. Yakni, pabrik sablon kain di Tengklik, Polokarto, dan rumah warga di Tempel, Joho. Selain itu, sejumlah bangunan lain juga mengalami kerusakan,” terangnya.
Saat ini pihaknya masih mengevakuasi pohon yang tumbang di pinggir jalan Desa Klumprit, Mojolaban. “Sementara ini kami masih menaksir kerugian. Yang pasti mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Sebelumnya pihaknya telah mengirimkan surat edaran terkait adanya bencana angin ribut dalam memasuki pancaroba. Warga diimbau mengecek bangunan rumah. Apabila kayu atau bangunan mulai rapuh agar segera diganti. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi angin lisus tidak roboh.
Kapolsek Polokarto AKP Aris Dwi Handoko mengatakan, angin kencang disertai hujan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00. Bangunan Polsek Polokarto pun turut terkena imbasnya. Atap bangunan dan beberapa genting berterbangan.
“Kejadian hanya sebentar. Diawali hujan disertai angin. Saat ini kami masih mendata berapa desa yang diterjang angin ribut. Termasuk Polsek Polokarto juga kena imbasnya,” terangnya.
Selain itu, Camat Mojolaban Iwan Setiawan mengatakan, kondisi kini telah kondusif. Pihaknya juga masih menginventarisasi kerugian akibat kejadian ini. “Ini sudah kondusif. Tinggal pembersihan dan evakuasi pohon-pohon tumbang. Terkait kerugian kami masih menunggu inventarisasi. Mengingat lokasinya terpisah-pisah,” terangnya.
Hujan deras disertai angin puting beliung juga menerjang sejumlah desa di Kecamatan Masaran, Sragen kemarin sore (28/10). Akibatnya beberapa pohon dan tiang listrik roboh. Bahkan menimpa rumah.
Hujan mulai mengguyur pukul 16.00. Intensitas hujan cukup tinggi disertai angin kencang. Angin tiba-tiba bertiup kencang. Pohon yang berada di pinggir jalan Masoepati-Solo di Desa Krikilan, Masaran, roboh. Sejumlah relawan, anggota TNI, Polri, dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) membantu evakuasi paska bencana.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Sugeng Priyono menyampaikan, kejadian hujan deras disertai angin kencang cukup mengagetkan. Sejumlah pohon dan tiang listrik roboh. Beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
”Kerusakan terjadi di jalan Masoepati – Solo, Desa Krikilan Kecamatan Masaran. Dua pohon jenis jaranan dan satu akasia tumbang. Selain itu tiga tiang listrik roboh. Ada pohon yang menimpa bangunan rumah. Data sementara empat kios rusak berat dan satu kios rusak ringan,” ujar Sugeng Priyono.
Selain itu, tempat parkir RSU PKU juga mengalami rusak berat. Sedangkan di Kauman RT 11 Desa Masaran, satu pohon menimpa rumah. Ada pula tembok pabrik PT. Trust Masaran roboh. Dan juga lima stan pasar malam di Lapangan Masaran rusak berat.
Pihaknya menaksir kerugian mencapai Rp 200 juta. Selain itu dampak kejadian akibat angin ribut ini membuat lalu lintas macet. Sebagian pohon tumbang di jalan serta listik padam.
”Dalam evakuasi ini, kendala kami karena jalan menuju lokasi bencana macet. Namun evakuasi berjalan lancar,” bebernya. (radarsolo/jp)