Berita Terkini
Olahraga

Tim Panahan Indonesia Rebut Dua Tiket ke Olimpiade Tokyo 2020

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 29 Oktober 2019 22:59 WIB · 2 menit baca
Tim Panahan Indonesia Rebut Dua Tiket ke Olimpiade Tokyo 2020
Atlet panahan Indonesia, Sri Ranti ketika berlatih di pemusatan latihan panahan di Lapangan Panahan GBK Jakarta, Jumat 25/10/19. Panahan sudah dapat dua tiket nomor individu ke Olimpeade Tokyo 2022. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.

PUBLIKSATU, Skuad panahan Indonesia sudah mengamankan dua tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Dua tiket itu –dari nomor recurve putra dan putri– diperoleh saat Kejuaraan Dunia 2019 di s-Hertogenbosch, Belanda, Juni lalu.

Namun, tim panahan belum puas. Mereka masih mengincar kuota dari nomor recurve beregu putra dan putri.

Kesempatan mengejar kuota lebih itu ada pada Piala Dunia Panahan (Archery World Cup) 2020 di Berlin, Jerman, Juni 2020 mendatang. Dalam kejuaraan tersebut, akan ada tiga tiket beregu yang diperebutkan. Indonesia punya peluang meski cukup berat.

’’Banyak negara yang belum dapat juga. Jadi, kami terus berjuang,’’ ucap Nurfitriyana Saiman, pelatih pelatnas. ’’Mudah-mudahan setelah SEA Games, jika tidak ada penambahan atlet, pelatnas bisa terus berjalan. Sehingga kami bisa fokus untuk pra-Olimpiade. Tentu dengan memperbanyak kompetisi dan bertemu negara luar, tidak hanya Asia,’’ lanjut peraih perak Olimpiade Seoul 1988 itu.

Sebelum event tersebut tiba, tentu tim panahan masih berfokus pada kejuaraan yang sudah di depan mata. Yakni, SEA Games 2019. Dalam pesta olahraga Asia Tenggara itu, PP Perpani sekaligus memantau performa seluruh pemanah. Siapa yang tampil paling baik punya peluang besar mewakili Merah Putih di Olimpiade.

Ya, sampai saat ini, memang belum ditentukan siapa yang bakal berangkat ke Tokyo tahun depan. Memang dua pemanah nomor satu Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda Choirunisa, menjadi calon paling kuat. Namun, menurut Nurfitriyana, peluang semua atlet untuk berangkat ke Olimpiade sama. Apa pun bisa terjadi dalam setahun ke depan.

’’Saya sebagai pelatih pasti menjaga yang terbaik. Tidak ada treatment khusus buat Riau dan Diananda, agar semua atlet punya kemampuan yang sama,’’ kata Nurfitriyana. ’’Mereka (Riau dan Diananda, Red) sudah tahu itu. Mereka tahu kalau harus menjaga performance biar tidak lengah,’’ imbuhnya.

Selain itu, junior mereka terus membayangi. Nurfitriyana menjelaskan, atlet lain secara pengalaman memang belum matang. Hanya, dari segi kemampuan, mereka bisa bersaing. Saat latihan, skor mereka bisa mengejar Riau dan Diananda. ’’Lebih cepat (mengejar) ya lebih baik. Jadi, ada persaingan ketat antaratlet,’’ imbuhnya. (JP)