Berita Terkini
Nasional

Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Belum Ada Genangan Air di Jakarta

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 2 November 2019 02:36 WIB · 2 menit baca
Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Belum Ada Genangan Air di Jakarta

PUBLIKSATU, Hujan dengan intensitas cukup tinggi mulai mengguyur beberapa wilayah DKI Jakarta bagian selatan selama 2 hari. Namun, genangan air yang kerap kali menjadi masalah pada saat musim penghujan datang tidak nampak.

Kepala Pusat Data dan Indormasi BPBD DKI Jakarta, M Ridwan mengatakan, sejauh ini belum ada genangan air yang terjadi akibat hujan dua hari ini. Kondisi lingkungan terbilang masih aman, sehingga masyarakat diminta tetap tenang.

“Sampai saat ini kami belum menerima data genangan. TMA Katulampa normal 10 cm/mendung tipis,” kata Ridwan saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (1/11).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang sudah memprediksi awal musim penghujan untuk wilayah Jabodetabek bagian Selatan dimulai sejak pertengahan Oktober. Sedangkan untuk wilayah bagian utara dimulai pada pertengahan November hingga Desember.

Kabag Humas BMKG Harry Tirto Djatmiko mengatakan, untuk puncak musim penghujan baru akan tiba sekitar Januari-Februari 2020. Dengan demikian, pada akhir tahun 2018 diprediksi masih dalam masa transisi dari kemarau ke penghujan atau pancaroba. “Untuk wilayah Jabodetabek puncak musim hujannya Januari-Februari,” kata Harry.

Selama puncak penghujan, BMKG memprediksi intensitas hujan akan tinggi. Serta akan disertai petir dan angin kencang. Namun, intensitasnya tak setinggi frekuensi hujannya. “Kalau masa transisi frekuensi petir dan anginnya lebih banyak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, BMKG menghimbau masyarakat untuk segera menyiapkan diri menyambut datangnya musim hujan. Langkah-langkah yang bisa dilakukan yakni seperti mengecek kondisi pohon besar di sekitar tempat tinggal. Dahan yang dianggap rapuh, dan bisa rubuh terkena angin supaya segera dipotong.

Dari aspek bangunan, terutama yang kontruksi semi permanen juga harus dicek kondisinya. Segera ganti komponen yang sudah lapuk. Terakhir aspek kelistrikan juga harus dicek. Supaya tidak terjadi konsleting apabila petir menyambar. (JP)