Tugas Suryo Utomo dari Sri Mulyani: Bikin Orang Ikhlas Bayar Pajak
Bagikan

PUBLIKSATU, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun. Kepada Suryo Utomo, Sri Mulyani menyampaikan bahwa tugas dan tanggung jawab Dirjen Pajak sangatlah berat.
“Karena 70 persen penerimaan di dalam APBN kita berasal dari penerimaan pajak, digunakan untuk mendukung seluruh aktivitas republik ini,” katanya, Jumat (1/11).
Pada saat pelantikan menteri beberapa waktu lalu, sambung Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memintanya untuk menciptakan kebijakan pajak yang ramah investasi. Oleh karena itu, Sri Mulyani berpesan agar Suryo Utomo dapat memimpin Direktorat Jenderal Pajak berbenah diri.
“Direktorat Jenderal Pajak diharapkan untuk bisa meneruskan seluruh reformasi fundamental di Direktorat Jenderal Pajak yang telah dilaksanakan selama ini,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Sri Mulyani berharap, di bawah kepemimpinan Suryo Utomo, Direktorat Jenderal Pajak mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak. Sehingga, kepatuhan membayar wajib pajak meningkat.
“Bagaimana membuat orang akan mau dengan ikhlas membayar pajak, dengan berbagai kemudahan pengurusan kewajiban perpajakan, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya,” imbuhnya.
Sri Mulyani yakin, perjalanan karir Suryo Utomo sudah sangat lengkap sehingga layak menduduki jabatan Dirjen Pajak. Namun ia kembali mengingatkan, ada empat kriteria yang harus dimiliki oleh seorang Dirjen Pajak, yakni kompetensi, keikhlasan dan senang melayani, memiliki keahlian, serta berintegritas.
“Ini adalah fondasi untuk membangun Indonesia maju,” katanya.
Selain melantik Dirjen Pajak, Sri Mulyani juga melantik 10 orang pejabat Eselon II, empat orang pejabat di lingkungan Lembaga Nasional Single Window (LNSW), dan dua orang direksi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Sri Mulyani menyampaikan untuk membangun dan menjaga hubungan kolaboratif dengan seluruh stakeholders utama unit masing-masing. Sebab, merekalah yang akan mengawasi sekaligus memberi dukungan dalam melaksanakan tanggung jawab.
Terpisah, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analisis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, Suryo Utomo merupakan sosok yang tepat menggantikan Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak. Dipilihnya Suryo Utomo sebagai Dirjen Pajak menunjukkan kepercayaan Presiden Jokowi dan Sri Mulyani kepada internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Rekam jejak pribadi Suryo Utomo sebagai pejabat yang lahir dan dibesarkan di Ditjen Pajak menjadi modal kuat untuk memimpin DJP,” kata Yustinus kepada JawaPos.com, Jumat.
Apalagi, lanjutnya, empat tahun terakhir sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan, Suryo Utomo terlibat sangat aktif dan dekat dalam proses penyusunan UU Pengampunan Pajak, UU Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan, Tim Reformasi Perpajakan, dan review atas seluruh rancangan peraturan perpajakan. (JP)