Harga Bahan Pokok Stabil, Jatim Deflasi 0,02 Persen

PUBLIKSATU, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatatkan selama Oktober 2019 Jawa Timur (Jatim) mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Hal ini dipicu stabilnya harga berbagai komoditas bahan pokok (bapok) karena kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim yang cukup baik.
Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menuturkan, berdasarkan pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Oktober 2019 di delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Jatim menunjukkan adanya penurunan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau.
Dari tujuh kelompok pengeluaran, dua kelompok mengalami deflasi, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,40 persen, dan kelompok sandang yaitu sebesar 0,23 persen. "Hal ini mengakibatkan penurunan IHK sebesar 0,02 persen, yaitu dari 135,65 pada bulan September 2019 menjadi 135,61 pada bulan Oktober 2019," terangnya.
Adapun komoditas utama penyumbang deflasi di bulan Oktober 2019 ialah telur ayam ras, cabai rawit, dan emas perhiasan. Menurut Teguh, harga telur ayam ras yang terus mengalami penurunan, sehingga komoditas tersebut menjadi penyumbang utama terjadinya deflasi. "Penurunan harga disebabkan oleh banyaknya pasokan di pasaran," ujarnya.
Sedangkan cabai merah juga menunjukkan penurunan harga pada bulan Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya panen raya pada beberapa daerah sentra penghasil cabai. "Komoditas lain yang mengalami penurunan pada bulan Oktober adalah emas perhiasan," imbuhnya.
Selain komoditas penyumbang deflasi di atas, lanjut Teguh, beberapa komoditas lain yang juga menyumbang terjadinya deflasi bulan Oktober ialah apel, bawang putih, tongkol, wortel, jagung manis, pepaya dan pir.
Sementara, dari delapan kota IHK di Jatim, lima kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi. "Inflasi tertinggi di Kediri yang mencapai 0,32 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 0,09 persen," katanya.
Untuk laju inflasi tahun kalender Jatim di bulan Oktober 2019 mencapai 1,35 persen, sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) mencapai 2,24 persen. Selama Oktober 2019 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,07 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,07 persen, dan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,52 persen. (radarsurabaya/jp)