Berita Terkini
Nasional

Operasi Zebra di Tabanan, Pelanggar Didominasi Anak di Bawah Umur

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 4 November 2019 03:31 WIB · 2 menit baca
Operasi Zebra di Tabanan, Pelanggar Didominasi Anak di Bawah Umur

PUBLIKSATU, Setelah berlangsung selama sepekan lebih, Polres Tabanan menilang 1.247 pelanggar dalam Operasi Zebra Agung 2019. Dari ribuan pelanggar, didominasi oleh pengendara yang masih di bawah umur.

Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Luh Putu Wila Indrayani mengungkapkan, sejak Operasi Zebra Agung 2019 digelar mulai tanggal 23 Oktober hingga tanggal 3 November 2019, pihaknya telah melakukan tilang terhadap 1.247 pelanggar. Ditambah pula dengan 32 teguran. "Sehingga total pelanggaran selama Operasi Zebra Agung sebanyak 1.279," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (3/11).

Adapun rinciannya adalah pelanggar di bawah umur sebanyak 104 pelanggar. Pelanggar tidak menggunakan helm SNI sebanyak 74 pelanggar, pelanggar menggunakan HP saat berkendaraa sejumlah 46 pelanggar, serta melanggar arus sebanyak 35 pelanggar. "Dari jumlah tersebut, pelanggar didominasi pengendara sepeda motor di bawah umur. Kebanyakan berkendara sendiri saat berangkat ke sekolah," imbuhnya.

Ia pun menyesalkan hal tersebut, lantaran pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah sebelum Operasi Zebra Agung. "Kami sudah menggelar sosialiasi, tetapi ke depannya kami akan kembali mengingatkan pihak sekolah untuk meminta anak didiknya yang di bawah umur diantar ke sekolah oleh orang tuanya, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," sambungnya.

Pihaknya mengimbau pengendara tidak hanya melengkapi surat kendaraan saat Operasi Zebra, melainkan setiap hari, dan tentunya menggunakan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, dan sarung tangan.

Khusus bagi para orangtua, diharapkan memberi pengawasan ekstra dan pemahaman kepada anak-anaknya yang masih di bawah untuk tidak membawa kendaraan bermotor sendiri.

Selama Operasi Zebra Agung 2019, pihaknya menyita sejumlah STNK, SIM dan kendaraan. Rinciannya STNK disita sebanyak 813 dan SIM sebanyak 349 dan kendaraan sebanyak 85 kendaraan sehingga total ada 1.247 barang bukti yang disita. (baliexpress/jp)