Pro-Gibran Galang Tanda Tangan, Purnomo di Acara Kesehatan
Bagikan

PUBLIKSATU, Kompetisi Gibran Rakabuming Raka dengan Achmad Purnomo mendapat rekomendasi DPP PDIP maju di pemilihan kepada daerah (pilkada) tahun depan makin gencar dilakukan. Dua kubu sama-sama memanfaatkan momen menggalang dukungan masyarakat.
Seperti di kegiatan car free day di Jalan Slamet Riyadi, kemarin (3/11). Pendukung putra sulung Presiden Joko Widodo yang tergabung dalam Kancana Gibran Gess (KaGeGe) ini menggelar aksi di Jalan Bhayangkara, Sriwedari.
Aksi potong rambut itu mencuri sejumlah pengunjung car free day yang lokasinya bersinggungan langsung dengan arena CFD Jalan Slamet Riyadi. Sejumlah pengunjung CFD pun memutuskan untuk ikut memperbarui potongan rambut mereka dengan model potongan ala Gibran. “Saya bersedia ikut aksi ini sebagai bentuk dukungan saya untuk Mas Gibran,” ucap si tukang cukur, Joko Pramono, 39 di sela kegiatan.
Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut. Sebagian ada yang benar-benar menginginkan model potongan mirip Gibran. Ada pula yang sebatas ingin tampilannya tampak lebih rapi dari sebelumnya. “Masyarakat antusias untuk ikut potong gratis ini. Mulai dari orang tua, remaja, malah anak-anak tadi juga banyak yang ikut,” jelas pemilik salah satu barbershop ini.
Secara pribadi, dia sangat setuju bahwa anak muda harus tampil dalam perpolitikan. Terlepas dari seorang putra presiden atau bukan, dia melihat sosok Gibran sangat berpotensi untuk memimpin Kota Solo. Menurutnya, anak muda cenderung lebih luwes dalam melihat berbagai situasi. Sebab itu, ide-ide segar untuk pengembangan Kota Bengawan dapat lahir dari kepala dingin seorang pengusaha sukses semacam Gibran itu. “Solo butuh pemuda. Insyaallah bisa memimpin kota Solo,” harap dia.
Aksi potong rambut itu tak lepas dari kegigihan sejumlah elemen masyarakat untuk mendorong Gibran maju dalam Pilkada 2020. Saking getolnya, mereka pun sudah punya nama bagi siapa saja yang mau memberikan dukungan pada putra presiden itu. “Kami ini tergabung dalam KaGeGe. Kancane Gibran Gess,” seru Jubir KaGeGe Solo, Imelda Yuniati.
Dalam waktu yang bersamaan itu, para relawan juga menggelar aksi penggelangan tanda tangan. Dukungan tanda tangan yang dibukukan warga di sebuah kain warna pink muda sepanjang 30 meter tersebut mendapat perhatian dari pengguna jalan.
“Kami sebagai relawan melakukan aksi penggalangan dukungan pada masyarakat Solo agar Gibran mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP menjadi cawali di Pilkada Solo,” papar dia.
Selain membubuhkan tanda tangan, warga boleh menuliskan unek-unek seputar permasalahan yang terjadi di Kota Solo. Semua masukan, baik kritik maupun saran nanti akan langsung disampaikan kepada Gibran. Pihaknya berharap bisa mengukur respons masyarakat akan sosok Gibran dalam n aksi tersebut. Relawan yakin Gibran mampu membawa perubahan Kota Solo lima tahun ke depan. “Aksi ini memang sederhana. Saya yakin gerakan seperti ini akan besar dan menjadi kekuatan memenangkan Gibran dalam pilkada,” tutur Imelda.
Bersamaan aksi pendukung Gibran di Sriwedari, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo—yang kini sama-sama menunggu rekomendasi cawali dari DPP PDIP—di lokasi CFD hadiri deklarasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Meski di forum ini tidak berbicara politik, karena di CFD memang ada larangan berbicara soal politik, kehadiran Achmad Purnomo sempat menyedot perhatian warga di lokasi itu. Sebagian bahkan meminta foto bersama.
Achmad Purnomo dalam sambutannya mengatakan, selain jeli sebelum konsumsi obat masyarakat juga harus jeli dalam menyimpan obat, serta mengecek kondisi obat lama yang akan dikonsumsi. Khususnya untuk obat-obat ringan yang dijual bebas di pasaran. Sebab itu, dia mendorong para istri atau ibu rumah tangga untuk makin selektif sebelum konsumsi obat untuk doro sendiri dan keluarga.
“Harus benar-benar jeli dalam pemakaian obat. Namun apa pun itu upaya preventif dengan berpola hidup sehat jauh lebih baik daripada mengobati,” beber pejabat yang juga berprofesi apoteker ini. (radarsolo/jp)