Menpora Tidak Bisa Masuk GBT, Dispora: Karena Tak Koordinasi

PUBLIKSATU, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Zainudin Amali melakukan kunjungan kerja ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (3/11). Namun, menteri yang juga politisi Partai Golkar itu tidak bisa masuk ke dalam Stadion GBT lantaran pintunya terkunci.
Zainudin mengatakan, sebenarnya Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menghubungi Kadispora Kota Surabaya. Namun, tidak ada jawaban via telepon dari pihak Dispora Surabaya. Pria yang akrab disapa ZA itu mengaku kecewa karena belum berhasil melihat langsung kondisi stadion yang disiapkan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tersebut.
"Kecewa sih tidak karena memang sudah tugas saya. Tujuan kami datang kemari adalah untuk membantu apa saja yang nantinya bisa diperbaiki. Apalagi beberapa waktu lalu kan ada kerusuhan. Tapi kalau sudah tertutup begini, saya bisa bantu apa," ujarnya kepada wartawan.
Menpora juga menyebutkan bahwa aroma sampah masih tercium di sekitar GBT. Sebab, stadion berkapasitas 50 penonton itu berada di dekat kawasan tempat pembuangan akhir sampah (TPA). ZA mengaku sudah mengetahuinya sejak dulu. "Saya kan pernah di Jatim," katanya sembari tersenyum.
Menurut dia, untuk mengatasi persoalan tersebut, semua pihak terkait harus duduk bersama. Khususnya Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya serta stakeholder terkait seperti Asprov PSSI Jatim, KONI Jatim, dan KONI Surabaya untuk mendapatkan jalan keluarnya. ZA berharap Stadion GBT bisa memenuhi standar yang ditentukan FIFA. "Kita juga bisa carikan jalan keluar stadion-stadion mana yang layak sesuai keinginan FIFA," katanya.
Sejauh ini stadion di Jatim yang sesuai standar FIFA hanya Stadion GBT Surabaya. Meski begitu, ZA menegaskan, akses masuk dan lapangan pendukung perlu menjadi pertimbangan. Ia belum bisa memastikan GBT dijadikan venue pada Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. "Yang menentukan itu FIFA, bukan pemerintah. FIFA hanya menyebut Indonesia. Tapi kita berharap pertandingan tersebut bisa digelar di Jawa dan Bali," katanya.
Lebih lanjut ZA meminta agar kebuntuan komunikasi segera dicarikan jalan keluar. Selain itu, menurut dia, ego masing-masing harus diturunkan. "Pada saat kongres PSSI kemarin, saya sempat bilang sepak bola ini milik bersama. Dengan ego sendiri-sendiri tidak akan selesai. Harus dikerjakan bersama," ungkapnya.
Menpora ZA mengatakan, Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi kepadanya untuk segera mengumumkan tim nasional U-20, pelatih, dan dilatih di negara mana ke publik. Negara akan mem-back up penuh kebutuhan timnas U-20. "Tujuan saya keliling daerah untuk mendorong pemerintah daerah menyiapkan sarana dan prasarananya. Ini karena persyaratan FIFA sangat ketat. Selain stadion utama juga harus ada lima lapangan pendukung untuk latihan. Juga harus ada training center," katanya.
TAK ADA KOORDINASI
Sementara itu, Dispora Kota Surabaya justru tidak tahu menahu soal rencana kedatangan Menpora Zainudin Amali ke Stadion GBT Surabaya, Minggu (3/11). Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Kota Surabaya Edi Santoso saat dihubungi Radar Surabaya mengatakan, pihaknya tidak mendapat informasi tentang kunjungan Menpora ke GBT.
"Secara kedinasan kami tidak mengetahui kabar itu. Saya tahunya Sabtu (2/11) dari petugas keamanan GBT, tapi tidak ada kabar lagi. Akhirnya, saya tinggal ke luar kota," katanya.
Edi mengatakan, setiap kali dirinya berkunjung ke GBT, pintu masuk stadion pun selalu dikunci oleh pihak keamanan yang notabene pegawai Dispora Surabaya. "Orang saya aja kalau ke GBT mesti pintunya dikunci. Bu Risma (Wali Kota Surabaya) aja tidak bisa masuk ke dalam stadion," ungkapnya.
Ketatnya pengamanan GBT, menurut Edi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Sehingga, akses masuk ke dalam lapangan dikunci oleh tim keamanan," katanya. (radarsurabaya/jp)