Berita Terkini
Nasional

BRI Latih 100 UMKM Jadi Wirausaha Milenial

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 18 November 2019 20:34 WIB · 3 menit baca
Bagikan
BRI Latih 100 UMKM Jadi Wirausaha Milenial

PUBLIKSATU, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan memberi pelatihan kepada 100 UMKM di Blora. Mereka diberi materi soal administrasi keuangan, pemasaran, permodalan, hingga berwirausaha di era milenial.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Blora, Muhamad Naufal Thoriq menjelaskan, program pelatihan ini diselenggarakan di 100 lokasi. Masing-masing 100 peserta. Kegiatan ini sebagai wujud komitmen BRI untuk mendorong pertumbuhan dan digitalisasi sektor UMKM di Indonesia ”Khusus untuk Kantor BRI Kanca Blora, pelatihan dilakukan di Gedung Graha Larasati dengan total 100 peserta,” imbuhnya.

Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapabilitas UMKM. Mereka diharapkan bisa go modern, go digital, go online, dan go global. Dalam program tersebut, para UMKM diberikan pelatihan terkait administrasi dan manajemen keuangan, e-commerce, akses informasi terhadap permodalan, hingga info pasar. ”Program ini diikuti oleh pelaku UMKM, termasuk para UMKM cluster unggulan daerah. Selain itu acara ini juga diikuti oleh BUMDes,” imbuh Muhamad Naufal Thoriq.

-

PENUH SEMANGAT: Bupati Blora Djoko Nugroho saat membuka pelatihan untuk 100 pelaku UMKM oleh BRI Kanca Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Dia menambahkan, pelatihan 10.000 UMKM ini merupakan salah satu program CSR BRI. Yang digelar dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 BRI pada 16 Desember 2019 mendatang. Program CSR lainnya adalah pembangunan atau perbaikan 200 rumah tidak layak huni, program padat karya 50 lokasi, serta konservasi kawasan sungai di 19 wilayah.

”Melalui berbagai program CSR ini, BRI menunjukkan komitmennya dalam menjalankan peran sebagai agent of development. Sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan. Itu dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup,” tambahnya.

Muhamad Naufal Thoriq berharap, dari pelatihan 10.000 UMKM di 100 kota ini khusunya di Kabupaten Blora dapat meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Blora. Di tengah maraknya digitalisasi di berbagai sektor. Termasuk sektor ekonomi.

-

BERI MOTIVASI: Bupati Blora Djoko Nugroho memberi arahan kepada peserta pelatihan UMKM yang digelar oleh BRI Kanca Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho juga mengapresiasi kegiatan pelatihan yang dilaksanakan BRI Cabang Blora ini. Dia meminta agar seluruh peserta pelatihan bisa bersungguh-sungguh dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

”Narasumbernya ora gemen-gemen (Tidak main-main, Red), didatangkan langsung dari Tokopedia. Monggo para peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” ucap bupati.

Menurutnya, jika ada 10 persen saja dari jumlah peserta pelatihan ini sukses, maka sedikit demi sedikit ekonomi warga Blora semakin tumbuh. Pasalnya, Blora ini bukan wilayah yang strategis. Sehingga bupati meminta seluruh peserta bisa memanfaatkan potensi yang ada ini untuk kemajuan Kabupaten Blora.

”Rata-rata diri kita lahir di zaman orde baru, tetapi hidup di zaman milenial. Jadi harus inovatif dalam menghadapi konsumen. Jangan sampai kita bisa bikin produk tetapi tidak bisa menjual atau menatausahakan. Kalau ingin sukses, tinggalkan kebiasaan lama,” tegasnya. (radarkudus/jp)

Bagikan